rangkuman ilmu pengetahuan sosial

MATERI IPS Kelas 8 SMP BAB 3, Romusha di Jaman Penjajahan Jepang

Program romusha selama masa pendudukan Jepang di Indonesia adalah salah satu bentuk eksploitasi yang paling kejam dalam sejarah kolonialisme.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
sumber : buku Ilmu Pengetahuan Sosial Kurikulum Merdeka SMP Kelas VIII
Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa 

Rekrutmen Paksa: Rakyat Indonesia dipaksa untuk ikut dalam program romusha tanpa mendapatkan imbalan yang layak. 

Mereka sering kali diambil dari desa-desa dan dipindahkan ke lokasi-lokasi proyek, seperti pembangunan rel kereta api dan jalan. 

Banyak yang ditangkap dan dibawa secara paksa oleh tentara Jepang.

Kondisi Kerja yang Buruk: Romusha dilakukan dalam kondisi yang sangat sulit. 

Para pekerja diharuskan bekerja berjam-jam dalam cuaca panas terik, tanpa makanan yang cukup, dan tanpa perlindungan kesehatan.

Kesehatan para romusha sangat terabaikan, dan banyak yang jatuh sakit akibat kelelahan, kekurangan gizi, dan berbagai penyakit.

Proyek-proyek Besar: Salah satu proyek paling terkenal yang melibatkan romusha adalah pembangunan jalur kereta api dari Banjarmasin ke Batulicin dan jalur kereta api ke Thailand, yang dikenal sebagai "kereta api maut." 

Proyek ini dirancang untuk mempermudah pergerakan pasukan Jepang dan material perang.

Kekerasan dan Intimidasi: Para romusha sering kali menjadi korban kekerasan, baik dari segi fisik maupun mental. 

Tentara Jepang tidak segan-segan menggunakan kekerasan untuk menegakkan disiplin dan mencegah perlawanan. 

Banyak pekerja yang disiksa, bahkan dibunuh jika dianggap melanggar aturan.

Dampak Romusha

Dampak dari program romusha sangat luas dan mendalam, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

Kematian dan Penyakit: Banyak romusha yang meninggal dunia akibat kelelahan, penyakit, dan kekurangan gizi. 

Diperkirakan bahwa ribuan, bahkan mungkin puluhan ribu, pekerja romusha meninggal selama program ini berlangsung. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved