Komentar Presiden Iran Seusai Serangan Rudal ke Israel

Presiden Iran Masoud Pezeshkian akhirnya bersuara setelah militernya menembakan ratusan rudal ke wilayah Israel.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tangkapan Layar YouTube BBC
Serangan Iran ke Israel, Selasa 1 Oktober 2024 malam 

TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian akhirnya bersuara setelah militernya menembakan ratusan rudal ke wilayah Israel.

Pezeshkian menegaskan negaranya tidak ingin mencari perang, namun jika Israel membalas serangan yang dilakukan Iran, maka negaranya akan memberikan reaksi yang lebih besar lagi.

"Jika (Israel) ingin bereaksi, kami akan memberikan respons yang lebih kuat, inilah yang menjadi komitmen Republik Islam," kata Pezeshkian dalam konferensi pers bersama dengan emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, di Doha seperti yang dikutip dari Kompas.com.

"Kami tidak mencari perang, Israel-lah yang memaksa kami untuk bereaksi," imbuh dia dikutip dari AFP pada Kamis (3/10/2024). 

Iran sebelumnya meluncurkan ratusan rudal, termasuk rudal hipersoniknya ke Israel.

Serangan itu membuat warga Israel ketakutan hingga mencari perlindungan ke tempat yang lebih aman.

Israel sendiri langsung mengerahkan seluruh upaya untuk mencegah rudal-rudal yang diluncurkan oleh Iran.

Baca juga: Pangkalan Militer Nevatim Israel Hancur Dihantam Rudal Iran

Akibat serangan itu, petugas medis melaporkan dua orang terluka ringan akibat pecahan peluru.

Salah satu misil merusak sebuah gedung sekolah.

Pada Rabu, militer Israel mengatakan beberapa misil Iran jatuh di dalam pangkalan angkatan udara tanpa menyebabkan kerusakan apa pun.

"Tujuan kotor rezim Zionis adalah menimbulkan ketidakamanan dan menyebarkan krisis di kawasan tersebut," terang Pezeshkian.

"Apa yang kami inginkan dari AS dan negara-negara Eropa adalah memberi tahu entitas yang telah mereka tanam di kawasan tersebut (Israel) untuk menghentikan pertumpahan darah," jelas dia.

Sementara Sheikh Tamim memperingatkan bahwa Israel tengah menyeret kawasan tersebut ke "jurang yang lebih dalam" dengan serangannya terhadap Hizbullah di Lebanon.

Emir tersebut juga mengutuk serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, dengan mengatakan Doha akan terus berupaya untuk menengahi gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas Palestina. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved