Kunci Jawaban

Penjabaran Soal IPS Kelas 7: Potensi Ekonomi Lingkungan Halaman 167

Banyak tokoh Islam di Indonesia, seperti Sultan Agung, menekankan pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Capture Buku Pelajaran IPS Kelas 7
IPS kelas 7 bab 3 (19) 

- Sistem ekonomi Majapahit sangat bergantung pada perdagangan.

Pelabuhan-pelabuhan seperti Tuban dan Gresik menjadi pusat perdagangan yang ramai, termasuk perdagangan barang-barang dari dan ke negara-negara Muslim.

- Pengaruh Islam juga terlihat dalam praktik ekonomi, di mana prinsip-prinsip syariah mulai diperkenalkan dalam transaksi perdagangan.

Secara keseluruhan, Pemerintahan Kerajaan Majapahit meskipun pada dasarnya adalah kerajaan Hindu-Buddha, menunjukkan interaksi yang dinamis dengan Islam.

Integrasi pejabat Muslim dalam sistem pemerintahan, kebijakan toleransi, dan pengaruh budaya Islam memperkaya corak pemerintahan yang ada.

Dengan begitu, Majapahit menjadi contoh bagaimana keragaman agama dan budaya dapat berdampingan dalam sebuah pemerintahan.

Baca juga: Kunci Jawaban Bab I Pelajaran IPS Kelas 7 SMP halaman 24 Kurikulum Merdeka

3. Identifikasilah salah satu tokoh Sultan dari kerajaan Islam dan analisislah bagaimana sikap beliau ketika berkuasa.

Jawaban : Mari kita bahas Sultan Agung dari Kerajaan Mataram Islam yang berkuasa dari tahun 1613 hingga 1645.

Sultan Agung dikenal sebagai salah satu sultan yang paling berpengaruh dalam sejarah Islam di Indonesia.

a. Identifikasi Tokoh: Sultan Agung (Sultan Agung Hanyokrokusumo) adalah raja Mataram Islam yang terkenal dengan upayanya memperluas wilayah kekuasaan dan memperkuat posisi kerajaan.

Di bawah kepemimpinannya, Mataram mengalami perkembangan pesat dalam berbagai aspek, termasuk politik, sosial, dan ekonomi.

b. Analisis Sikap dan Kebijakan 

1) Kepemimpinan yang Kuat: 

- Sultan Agung dikenal sebagai pemimpin yang otoriter dan kuat.

Ia menerapkan kebijakan yang tegas untuk memperkuat kekuasaan kerajaan, termasuk penindasan terhadap pemberontakan dan penguatan angkatan bersenjata.

 - Ia berhasil menyatukan wilayah-wilayah yang sebelumnya terpecah dan menegakkan kekuasaan Mataram atas daerah-daerah sekitarnya.

2) Islam sebagai Dasar Kebijakan: 

- Sultan Agung berusaha memperkuat Islam di wilayah kekuasaannya.

 Ia menjadikan Mataram sebagai pusat penyebaran Islam di Jawa Tengah dan mempromosikan praktik-praktik Islam yang lebih mendalam di masyarakat.

 - Ia mengadakan misi dakwah dan mendukung kegiatan para ulama untuk menyebarkan ajaran Islam, yang berkontribusi pada pertumbuhan komunitas Muslim.

3) Diplomasi dan Perang : 

- Sikap diplomatik dan militeris sangat terlihat selama masa pemerintahannya.

 Sultan Agung terlibat dalam beberapa peperangan melawan Belanda dan kerajaan-kerajaan lain, seperti Pajang dan Batavia, untuk mempertahankan kemerdekaan Mataram.

 - Meskipun tidak selalu berhasil, upaya ini menunjukkan determinasi dan keberanian Sultan Agung dalam menjaga kedaulatan kerajaannya.

4) Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi : 

- Sultan Agung juga berfokus pada pembangunan infrastruktur, seperti irigasi, yang meningkatkan hasil pertanian.

 Ini meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

 - Ia memperkuat jaringan perdagangan dan menjalin hubungan baik dengan pedagang Muslim, yang memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Mataram.

5) Toleransi Beragama : 

- Meskipun berusaha memperkuat Islam, Sultan Agung juga menunjukkan sikap toleransi terhadap penganut agama lain.

 Ia menghargai kehadiran budaya lokal dan berusaha mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan ajaran Islam.

 - Hal ini terlihat dalam kebijakan-kebijakan yang tidak menekan kelompok-kelompok non-Muslim, sehingga menciptakan stabilitas sosial.

Secara keseluruhan, Sultan Agung merupakan sosok yang berpengaruh dalam sejarah Kerajaan Mataram Islam.

Sikap kepemimpinannya yang kuat, komitmen terhadap Islam, dan upaya diplomasi serta pembangunan ekonomi mencerminkan visi besarnya untuk menjadikan Mataram sebagai kekuatan yang dominan di Jawa.

Dalam kepemimpinannya, ia berhasil menciptakan suasana yang stabil, meskipun harus menghadapi tantangan dari pihak luar dan dalam.

 

4. Refleksikan mengenai Indonesia pada masa Islam mengenai nilai-nilai moral yang kalian dapat terapkan dan lakukan dalam sehari-hari pada masa ini. Setelah menjawab pertanyaan di atas presentasikan hasil jawaban kalian di depan kelas dan dengan bimbingan dari guru.

Jawaban : Refleksi mengenai nilai-nilai moral yang dapat diambil dari sejarah Islam di Indonesia membawa kita pada pemahaman yang mendalam tentang bagaimana prinsip-prinsip tersebut masih relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa nilai moral yang bisa kita ambil: 

a. Toleransi dan Kerukunan

  • Refleksi : Pada masa perkembangan Islam di Indonesia, ada banyak contoh bagaimana komunitas Muslim hidup berdampingan dengan penganut agama lain.

Toleransi ini adalah cerminan dari ajaran Islam yang menghargai perbedaan.

  • Penerapan : Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menerapkan sikap saling menghormati dan memahami perbedaan budaya, agama, dan pandangan.

Mengadakan dialog antaragama dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial lintas iman dapat memperkuat kerukunan.

b. Keadilan dan Kemanusiaan

  • Refleksi : Banyak tokoh Islam di Indonesia, seperti Sultan Agung, menekankan pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
  • Penerapan : Kita bisa menegakkan keadilan dalam tindakan sehari-hari, seperti menolong mereka yang kurang mampu, memperjuangkan hak-hak orang lain, dan berperilaku adil dalam interaksi sosial.

c. Etika dalam Bisnis dan Perdagangan

  • Refleksi : Sejarah perdagangan Islam di Indonesia menunjukkan pentingnya kejujuran dan etika dalam bisnis.

 Pedagang Muslim terkenal dengan integritas mereka.

  • Penerapan : Dalam dunia bisnis modern, kita bisa menerapkan prinsip-prinsip kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab sosial.

 Menghindari penipuan dan praktek yang merugikan orang lain adalah langkah yang harus diambil.

Baca juga: Rangkuman Pengetahuan Umum IPS Kelas 7 : Memahami Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

d. Pendidikan dan Pencarian Ilmu

  • Refleksi : Sejarah Islam di Indonesia sangat menghargai pendidikan.

 Madrasah dan pesantren menjadi pusat ilmu pengetahuan dan moral.

  • Penerapan : Kita bisa menerapkan nilai ini dengan terus berusaha menambah pengetahuan, baik secara formal maupun informal.

 Membaca, mengikuti seminar, dan berdiskusi dengan orang lain dapat membantu kita berkembang.

e. Kepedulian Sosial dan Amal

  • Refleksi : Ajaran Islam mendorong umatnya untuk peduli terhadap sesama, terutama yang kurang beruntung.
  • Penerapan : Kita dapat terlibat dalam kegiatan amal, membantu sesama yang membutuhkan, dan berkontribusi dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

 Hal ini tidak hanya membantu orang lain tetapi juga memperkaya pengalaman dan hubungan sosial kita.

f. Kesederhanaan dan Pengendalian Diri

  • Refleksi : Banyak tokoh Islam mengajarkan hidup sederhana dan tidak terjebak dalam materialisme.
  • Penerapan : Kita bisa menerapkan kesederhanaan dalam gaya hidup, menghindari konsumsi berlebihan, dan lebih menghargai hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup.

Secara keseluruhan, mengambil pelajaran dari sejarah Islam di Indonesia, kita bisa mengintegrasikan nilai-nilai moral ini dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menerapkan nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, etika, pendidikan, kepedulian sosial, dan kesederhanaan, kita berkontribusi untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan beradab.

Ini bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari usaha kolektif untuk membangun masa depan yang lebih baik.

 

 

*) Penjabaran ini hanya sebagai referensi untuk orang tua mendampingi siswa belajar dan setiap jawaban bisa berbeda-beda menurut sudut pandang masing-masing.

 

( MG Wijaningtyas Ayu Syafutri )

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved