Kunci Jawaban

Penjabaran Soal IPS Kelas 7: Potensi Ekonomi Lingkungan Halaman 167

Banyak tokoh Islam di Indonesia, seperti Sultan Agung, menekankan pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Capture Buku Pelajaran IPS Kelas 7
IPS kelas 7 bab 3 (19) 

TRIBUNJOGJA.COM - Perhatikan penjabaran soal IPS untuk SMP kelas 7 yang diterbitkan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

Berikut ini Penjabaran Tema Potensi Ekonomi Lingkungan Pelajaran IPS Kelas 7 SMP Halaman 167 Kurikulum Merdeka.

Siswa diharapkan mengerjakan soal – soal terlebih dahulu dan menggunakan penjabaran ini sebagai bahan referensi dengan dampingan orang tua.

IPS kelas 7 bab 3 (19)

Lembar Aktivitas 16 |Halaman 167

Buatlah kelompok dengan teman-temanmu dan jawablah per tanyaan berikut ini. 

1. Bagaimana corak pemerintahan, sosial dan ekonomi pada zaman perkembangan kerajaan-kerajaan Islam. 

Jawaban : Pada zaman perkembangan kerajaan-kerajaan Islam, corak pemerintahan, sosial, dan ekonomi memiliki karakteristik yang khas, seperti: 

a. Corak Pemerintahan

  • Monarki Islam : Banyak kerajaan Islam dikelola dengan sistem monarki, di mana seorang raja atau sultan berkuasa.

Mereka dianggap sebagai pemimpin politik dan spiritual.

  • Khilafah : Beberapa kerajaan, seperti Kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah, menerapkan sistem khilafah, di mana pemimpin dianggap sebagai wakil Allah di bumi.

 Khilafah berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan otoritas hukum.

  • Sistem Administrasi : Pemerintahan didukung oleh birokrasi yang terorganisir.

 Ada jabatan-jabatan tertentu, seperti wazir (menteri), untuk membantu dalam pengelolaan negara.

Baca juga: Contoh Aktivitas Manusia sebagai Makhluk Sosial - Jawaban IPS Kelas 7 BAB 1 Halaman 29-30

b. Corak Sosial 

  • Kelas Sosial : Masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas, termasuk kelas aristokrat, ulama, dan masyarakat umum.

 Ulama memiliki peran penting dalam pendidikan dan kehidupan spiritual.

  • Toleransi Beragama : Banyak kerajaan Islam, terutama pada masa awal, menunjukkan toleransi terhadap agama lain.

 Non-Muslim, seperti Yahudi dan Kristen, sering kali memiliki hak dan perlindungan dalam masyarakat Islam.

  • Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan : Pendidikan sangat dihargai, dengan banyak madrasah didirikan untuk mendidik generasi muda.

 Universitas seperti Al-Qarawiyyin dan Al-Azhar menjadi pusat ilmu pengetahuan.

c. Corak Ekonomi 

  • Pertanian : Ekonomi banyak bergantung pada sektor pertanian.

 Sistem irigasi yang canggih dan teknik pertanian meningkatkan hasil panen.

  • Perdagangan : Kerajaan-kerajaan Islam menjadi pusat perdagangan global.

 Jalur perdagangan, seperti Jalur Sutra, menghubungkan Timur dan Barat.

 Kota-kota seperti Baghdad, Kairo, dan Damaskus menjadi pusat perdagangan yang makmur.

  • Kerajinan dan Industri : Kerajinan tangan, tekstil, dan produk lainnya berkembang pesat.

 Kerajaan Islam juga terkenal dengan produksi barang-barang mewah, seperti perhiasan dan seni.

  • Sistem Keuangan : Pengenalan mata uang, bank, dan sistem keuangan yang terorganisir membantu dalam transaksi perdagangan dan perekonomian.

Secara keseluruhan, kerajaan-kerajaan Islam pada masa itu menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam pemerintahan, sosial, dan ekonomi, berkontribusi pada kemajuan peradaban Islam secara keseluruhan.

 

2. Identifikasi salah satu kerajaan Islam dan analisislah bagaimana berlangsungnya pemerintahan.

Jawaban : Mari kita fokus pada Kerajaan Majapahit, meskipun lebih dikenal sebagai kerajaan Hindu-Buddha, ia juga memiliki pengaruh Islam yang signifikan, terutama pada masa transisi menuju akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16.

Analisis ini akan mengedepankan bagaimana pemerintahan berlangsung dalam konteks Islam.

a. Identifikasi Kerajaan Majapahit 

Kerajaan Majapahit (1293–1500) adalah salah satu kerajaan terbesar di Indonesia yang terletak di Jawa Timur.

Meskipun merupakan kerajaan Hindu-Buddha, adanya interaksi dan integrasi dengan komunitas Muslim, terutama setelah kedatangan para pedagang Muslim, memengaruhi pemerintahan dan masyarakat.

b. Analisis Pemerintahan 

1) Monarki Absolut : 

- Kerajaan Majapahit diperintah oleh seorang raja yang memiliki kekuasaan absolut.

 Raja dianggap sebagai titisan dewa dan memiliki legitimasi spiritual yang kuat.

 - Setelah raja, posisi terpenting dipegang oleh patih atau perdana menteri yang membantu dalam pemerintahan sehari-hari.

2) Sistem Birokrasi :

 - Majapahit memiliki sistem administrasi yang terorganisir dengan berbagai jabatan, termasuk pejabat-pejabat yang mengawasi wilayah, pajak, dan urusan militer.

 - Pada masa transisi ke pengaruh Islam, beberapa jabatan diisi oleh tokoh-tokoh Muslim yang berkontribusi pada pemerintahan dan administrasi.

3) Pengaruh Islam : 

- Dengan munculnya penyebaran Islam di pulau Jawa, kerajaan mulai menerima pengaruh budaya dan politik Islam.

Hal ini terlihat dari adanya integrasi praktik-praktik Islam dalam tata kelola pemerintahan.

 - Beberapa tokoh Muslim, seperti Wali Songo, yang menjadi bagian dari penyebaran Islam di Jawa, juga memiliki pengaruh dalam kebijakan sosial dan budaya.

4) Kebijakan Toleransi: 

- Majapahit dikenal dengan kebijakan toleransi terhadap berbagai agama.

Meskipun mayoritas penduduknya Hindu-Buddha, keberadaan komunitas Muslim diterima dan dilindungi.

- Kerajaan ini sering berinteraksi dengan pedagang Muslim dari Gujarat dan Arab, yang membawa serta ide-ide baru.

5) Ekonomi dan Perdagangan: 

- Sistem ekonomi Majapahit sangat bergantung pada perdagangan.

Pelabuhan-pelabuhan seperti Tuban dan Gresik menjadi pusat perdagangan yang ramai, termasuk perdagangan barang-barang dari dan ke negara-negara Muslim.

- Pengaruh Islam juga terlihat dalam praktik ekonomi, di mana prinsip-prinsip syariah mulai diperkenalkan dalam transaksi perdagangan.

Secara keseluruhan, Pemerintahan Kerajaan Majapahit meskipun pada dasarnya adalah kerajaan Hindu-Buddha, menunjukkan interaksi yang dinamis dengan Islam.

Integrasi pejabat Muslim dalam sistem pemerintahan, kebijakan toleransi, dan pengaruh budaya Islam memperkaya corak pemerintahan yang ada.

Dengan begitu, Majapahit menjadi contoh bagaimana keragaman agama dan budaya dapat berdampingan dalam sebuah pemerintahan.

Baca juga: Kunci Jawaban Bab I Pelajaran IPS Kelas 7 SMP halaman 24 Kurikulum Merdeka

3. Identifikasilah salah satu tokoh Sultan dari kerajaan Islam dan analisislah bagaimana sikap beliau ketika berkuasa.

Jawaban : Mari kita bahas Sultan Agung dari Kerajaan Mataram Islam yang berkuasa dari tahun 1613 hingga 1645.

Sultan Agung dikenal sebagai salah satu sultan yang paling berpengaruh dalam sejarah Islam di Indonesia.

a. Identifikasi Tokoh: Sultan Agung (Sultan Agung Hanyokrokusumo) adalah raja Mataram Islam yang terkenal dengan upayanya memperluas wilayah kekuasaan dan memperkuat posisi kerajaan.

Di bawah kepemimpinannya, Mataram mengalami perkembangan pesat dalam berbagai aspek, termasuk politik, sosial, dan ekonomi.

b. Analisis Sikap dan Kebijakan 

1) Kepemimpinan yang Kuat: 

- Sultan Agung dikenal sebagai pemimpin yang otoriter dan kuat.

Ia menerapkan kebijakan yang tegas untuk memperkuat kekuasaan kerajaan, termasuk penindasan terhadap pemberontakan dan penguatan angkatan bersenjata.

 - Ia berhasil menyatukan wilayah-wilayah yang sebelumnya terpecah dan menegakkan kekuasaan Mataram atas daerah-daerah sekitarnya.

2) Islam sebagai Dasar Kebijakan: 

- Sultan Agung berusaha memperkuat Islam di wilayah kekuasaannya.

 Ia menjadikan Mataram sebagai pusat penyebaran Islam di Jawa Tengah dan mempromosikan praktik-praktik Islam yang lebih mendalam di masyarakat.

 - Ia mengadakan misi dakwah dan mendukung kegiatan para ulama untuk menyebarkan ajaran Islam, yang berkontribusi pada pertumbuhan komunitas Muslim.

3) Diplomasi dan Perang : 

- Sikap diplomatik dan militeris sangat terlihat selama masa pemerintahannya.

 Sultan Agung terlibat dalam beberapa peperangan melawan Belanda dan kerajaan-kerajaan lain, seperti Pajang dan Batavia, untuk mempertahankan kemerdekaan Mataram.

 - Meskipun tidak selalu berhasil, upaya ini menunjukkan determinasi dan keberanian Sultan Agung dalam menjaga kedaulatan kerajaannya.

4) Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi : 

- Sultan Agung juga berfokus pada pembangunan infrastruktur, seperti irigasi, yang meningkatkan hasil pertanian.

 Ini meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

 - Ia memperkuat jaringan perdagangan dan menjalin hubungan baik dengan pedagang Muslim, yang memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Mataram.

5) Toleransi Beragama : 

- Meskipun berusaha memperkuat Islam, Sultan Agung juga menunjukkan sikap toleransi terhadap penganut agama lain.

 Ia menghargai kehadiran budaya lokal dan berusaha mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan ajaran Islam.

 - Hal ini terlihat dalam kebijakan-kebijakan yang tidak menekan kelompok-kelompok non-Muslim, sehingga menciptakan stabilitas sosial.

Secara keseluruhan, Sultan Agung merupakan sosok yang berpengaruh dalam sejarah Kerajaan Mataram Islam.

Sikap kepemimpinannya yang kuat, komitmen terhadap Islam, dan upaya diplomasi serta pembangunan ekonomi mencerminkan visi besarnya untuk menjadikan Mataram sebagai kekuatan yang dominan di Jawa.

Dalam kepemimpinannya, ia berhasil menciptakan suasana yang stabil, meskipun harus menghadapi tantangan dari pihak luar dan dalam.

 

4. Refleksikan mengenai Indonesia pada masa Islam mengenai nilai-nilai moral yang kalian dapat terapkan dan lakukan dalam sehari-hari pada masa ini. Setelah menjawab pertanyaan di atas presentasikan hasil jawaban kalian di depan kelas dan dengan bimbingan dari guru.

Jawaban : Refleksi mengenai nilai-nilai moral yang dapat diambil dari sejarah Islam di Indonesia membawa kita pada pemahaman yang mendalam tentang bagaimana prinsip-prinsip tersebut masih relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa nilai moral yang bisa kita ambil: 

a. Toleransi dan Kerukunan

  • Refleksi : Pada masa perkembangan Islam di Indonesia, ada banyak contoh bagaimana komunitas Muslim hidup berdampingan dengan penganut agama lain.

Toleransi ini adalah cerminan dari ajaran Islam yang menghargai perbedaan.

  • Penerapan : Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menerapkan sikap saling menghormati dan memahami perbedaan budaya, agama, dan pandangan.

Mengadakan dialog antaragama dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial lintas iman dapat memperkuat kerukunan.

b. Keadilan dan Kemanusiaan

  • Refleksi : Banyak tokoh Islam di Indonesia, seperti Sultan Agung, menekankan pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
  • Penerapan : Kita bisa menegakkan keadilan dalam tindakan sehari-hari, seperti menolong mereka yang kurang mampu, memperjuangkan hak-hak orang lain, dan berperilaku adil dalam interaksi sosial.

c. Etika dalam Bisnis dan Perdagangan

  • Refleksi : Sejarah perdagangan Islam di Indonesia menunjukkan pentingnya kejujuran dan etika dalam bisnis.

 Pedagang Muslim terkenal dengan integritas mereka.

  • Penerapan : Dalam dunia bisnis modern, kita bisa menerapkan prinsip-prinsip kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab sosial.

 Menghindari penipuan dan praktek yang merugikan orang lain adalah langkah yang harus diambil.

Baca juga: Rangkuman Pengetahuan Umum IPS Kelas 7 : Memahami Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

d. Pendidikan dan Pencarian Ilmu

  • Refleksi : Sejarah Islam di Indonesia sangat menghargai pendidikan.

 Madrasah dan pesantren menjadi pusat ilmu pengetahuan dan moral.

  • Penerapan : Kita bisa menerapkan nilai ini dengan terus berusaha menambah pengetahuan, baik secara formal maupun informal.

 Membaca, mengikuti seminar, dan berdiskusi dengan orang lain dapat membantu kita berkembang.

e. Kepedulian Sosial dan Amal

  • Refleksi : Ajaran Islam mendorong umatnya untuk peduli terhadap sesama, terutama yang kurang beruntung.
  • Penerapan : Kita dapat terlibat dalam kegiatan amal, membantu sesama yang membutuhkan, dan berkontribusi dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

 Hal ini tidak hanya membantu orang lain tetapi juga memperkaya pengalaman dan hubungan sosial kita.

f. Kesederhanaan dan Pengendalian Diri

  • Refleksi : Banyak tokoh Islam mengajarkan hidup sederhana dan tidak terjebak dalam materialisme.
  • Penerapan : Kita bisa menerapkan kesederhanaan dalam gaya hidup, menghindari konsumsi berlebihan, dan lebih menghargai hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup.

Secara keseluruhan, mengambil pelajaran dari sejarah Islam di Indonesia, kita bisa mengintegrasikan nilai-nilai moral ini dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menerapkan nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, etika, pendidikan, kepedulian sosial, dan kesederhanaan, kita berkontribusi untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan beradab.

Ini bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari usaha kolektif untuk membangun masa depan yang lebih baik.

 

 

*) Penjabaran ini hanya sebagai referensi untuk orang tua mendampingi siswa belajar dan setiap jawaban bisa berbeda-beda menurut sudut pandang masing-masing.

 

( MG Wijaningtyas Ayu Syafutri )

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved