Ringkasan Materi IPS Sejarah Kelas 10 Kurikulum Merdeka: Sejarah dan Teori Sosial

Simak artikel berikut untuk mengetahui materi Sejarah dan Teori Sosial kelas 10 Kurikulum Merdeka.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
https://komunitasbambu.id/
Buku Pemberontakan Petani Banten 1888 

TRIBUNJOGJA.COM – Pada rangkuman IPS Sejarah kali ini, kita akan membahas mengenai Sejarah dan Teori Sosial SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka

Pada materi awal dari bab ini, pastinya kita sudah mempelajari mengenai perbedaan antara ilmu sejarah dengan ilmu sosial humaniora yang terletak pada penekanan pada diakronis dan sinkronisasi. 

Baca juga: Rangkuman Materi IPS Sejarah Kelas 10 Kurikulum Merdeka: Manusia, Ruang, dan Waktu

Kedua disiplin ilmu tersebut sama-sama bersifat diakronis dan sinkronis. Akan tetapi, ilmu sejarah cenderung diakronis sementara ilmu sosial-humaniora cenderung sinkronis.

Berikut penjelasan mengenai Sejarah dan Teori Sosial:

Objek kajian dari ilmu sosial dan humaniora adalah manusia dan lingkungan yang dapat dilihat sebagai individu dan kelompok. 

Masing-masing dari disiplin ilmu memiliki sejarah kelahiran. 

Dalam filsafat ilmu pengetahuan, hal ini disebut sebagai ontologi, sementara cara ilmu tersebut dipelajari disebut sebagai epistemologi, serta nilai atau guna dari suatu ilmu yang dipelajari disebut sebagai aksiologi. 

Ketiga hal itulah yang membedakan satu ilmu dengan yang lain, namun saling membutuhkan. 

Ketika kalian nanti belajar lebih lanjut tentang semua materi, baik itu ilmu sejarah, sosiologi, ekonomi, dan geografi yang merupakan bagian dari rumpun ilmu sosial humaniora, kalian akan melihat bahwa ilmu-ilmu tersebut saling mendukung dan melengkapi dalam menjelaskan fenomena kehidupan yang kompleks.

Seorang sejarawan bernama Peter Burke dalam karyanya yang berjudul History and Social Theory (1991) menjelaskan bagaimana hubungan antara ilmu sejarah dan ilmu sosial lainnya.

Sebelum abad ke-19 di Eropa, terutama ketika Abad Pencerahan (Age of Enlightenment), hubungan antara sejarawan dan ilmuwan sosial saling mendukung

Tetapi ketika awal abad 19, masing-masing disiplin ilmu memfokuskan dan mempertahankan disiplin ilmunya masing-masing, termasuk ilmu sejarah.

Hal ini didobrak oleh para penganut aliran Annales di Perancis yang memadukan antara ilmu sejarah dan ilmu sosial humaniora untuk mengkaji berbagai peristiwa sejarah.

Perpaduan antara ilmu sejarah dan ilmu sosial menghasilkan berbagai karya, salah satunya terjadi pada Kuntowijoyo (2018) yang menjelaskan bahwa penggunaan teori-teori sosial dalam penelitian sejarah dipelopori oleh sejarawan Sartono Kartodirdjo. 

Hal ini dapat kalian temukan ketika membaca karyanya yang berjudul Pemberontakan Petani di Banten tahun 1888 dengan menggunakan teori-teori sosial seperti birokrasi, kelas sosial, dan perubahan sosial dapat kalian temukan dalam tulisannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved