Berita Klaten Hari Ini

15 Dalang Cilik di Klaten Berkompetisi, Ini Kata Kepala Disbud Porapar

Belasan dalang cilik itu saling unjuk bakat menyampaikan cerita wayang kulit dengan lakon beraneka ragam dan dibebaskan.

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
Seorang peserta sedang tampil dalam kompetisi Lomba Dalang Anak 2024 se-Kabupaten Klaten di Joglo Monumen Juang 45, Jalan Pemuda, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (15/9/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 15 anak mengikuti Lomba Dalang Anak se-Kabupaten Klaten di Joglo Monumen Juang 45, Jalan Pemuda, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu (15/9/2024).

Belasan dalang cilik itu saling unjuk bakat menyampaikan cerita wayang kulit dengan lakon beraneka ragam dan dibebaskan.

Mereka terlihat cekatan menyajikan cerita pewayangan layaknya dalang profesional.

Tutur kata, gerakan wayang, hingga intonasi suara masing-masing karakter wayang diceritakan secara lugas dan menarik. 

Seorang peserta lomba, Restu Bayu Aji (12), warga Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten , Jawa Tengah, yang tampil membawakan lakon cerita Dewaruci. 

Siswa SMP Negeri 2 Jatinom itu mengaku sudah belajar mendalang sejak masih kecil, bahkan belum sekolah yakni di usia sekitar 3 tahun. 

"Saya belajar dalang sudah dari kecil sebelum sekolah. Dulu tertarik belajar dalang untuk melestarikan budaya Indonesia. Saya belajar sendiri karena dari keluarga tidak ada yang berprofesi sebagai pedalang. Akhirnya saya didaftarkan belajar di Sanggar Sang Pamarta," ceritanya. 

Restu mengaku rutin berlatih setiap seminggu sekali.

Ia juga rutin mengikuti perlombaan dalang anak di Kabupaten Klaten , sehingga intensitas latihan meningkat menjadi dua kali seminggu. 

"Saya sering ikut lomba seperti itu. Dulu pernah dapat juara harapan tiga. Lomba seperti itu sangat bagus untuk kami agar meningkatkan ketrampilan dan terus menjaga budaya bangsa," katanya.

Menurut Restu, belajar mendalang cukup susah apalagi untuk menyesuaikan nada-nada bicara karakter, titi laras, hingga sabetan (gerak wayang) ketika perang.

Kendati demikian, Restu menyebut akan terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar menjadi dalang profesional. 

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbud Porapar) Kabupaten Klaten , Sri Nugroho, menjelaskan Lomba Dalang Anak 2024 dibagi menjadi dua kategori.

Yakni kategori A untuk peserta berusia 8-12 tahun dan kategori B untuk anak berusia 12-14 tahun.
 
"Peserta kategori A ada empat anak dan kategori B 11 anak. Untuk lakon dibebaskan tergantung peserta atau dalang cilik mau menampilkan apa dalam wakru 35 menit," ucap Sri Nugroho, Minggu (15/9/2024). 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved