Kontroversi Chattra Candi Borobudur

Chattra Sudah Dibongkar, Hari Ini Ada Rapat Khusus di Jakarta

Pada Kamis 5 September 2024, chattra itu masih terpasang di tempatnya sejak 2019, sesudah dipindahkan dari Museum Karmawibhangga.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
HO/TRIBUN JOGJA
Chattra Borobudur hasil rekonstruksi Theodore van Erp sudah tidak berada di dudukan lokasinya di halaman Balai Konservasi Borobudur. Chattra itu dibongkar untuk dipasang di stupa induk Candi Borobudur pada 18 September 2024. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA – Chattra Borobudur yang direkonstruksi Theodore van Erp pada 1907-1911, sudah dibongkar tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Ditjen Bimas Budha Kementerian Agama RI.

Saat ini sesuai foto dokumentasi yang diperoleh Tribun, Senin 9 September 2024, fragmen-fragmen batu chattra itu dihamparkan di halaman Studio Sejarah Restorasi Borobudur di Balai Konservasi Borobudur atau Museum Cagar Budaya (MCB) Borobudur.

Kepala Sub Koordinator Museum dan Cagar Budaya Borobudur (dulu Balai Konservasi Borobudur), Wiwit Kasiyati, dikonfirmasi menjelaskan, pembongkaran chattra oleh tim BRIN dilakukan untuk studi teknis dan penyiapan Detail Engineering Design (DED).

Pada Kamis 5 September 2024, chattra itu masih terpasang di tempatnya sejak 2019, sesudah dipindahkan dari Museum Karmawibhangga.

Baca juga: Tim BRIN Persiapan Pasang Chattra di Stupa Puncak Borobudur 

Baca juga: Kilas Balik Polemik Chattra Borobudur sejak Era Theodore van Erp

Candi Borobudur dan stupa induknya yang tanpa ornamen chattra sebagai hasil pemugaran sejak 1907-1911 dan dilanjutkan pada 1973-1983 dilihat dari arah barat daya per Kamis (5/9/2024). Stupa induk itu kemungkinan akan berubah jika chattra dipasang dalam waktu dekat ini.
Candi Borobudur dan stupa induknya yang tanpa ornamen chattra sebagai hasil pemugaran sejak 1907-1911 dan dilanjutkan pada 1973-1983 dilihat dari arah barat daya per Kamis (5/9/2024). Stupa induk itu kemungkinan akan berubah jika chattra dipasang dalam waktu dekat ini. (Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo)

Pada hari yang sama, tim BRIN tampak melakukan pengukuran dan mendatangkan perancah, guna pembongkaran chattra atau simbol payung khas bangunan suci Budhis itu.

Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir di kawasan Candi Borobudur, dan rencananya upacara peresmian akan dilangsungkan 18 September 2024.

Undangan acara ini sudah tersebar dengan kop Ditjen Bimas Budha Kementerian Agama RI yang ditandatangani Dirjen Bimas Budha, Drs Supriyadi MPd.

Tajuk acaranya adalah peletakan paratama chattra di pelataran Candi Borobudur.

Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto direncanakan akan hadir di Candi Borobudur.

Di Tzu Chi Center, Jakarta Utara, Senin sore 9 September 2024, Dirjen Bimas Budha Kemenag RI Drs Supriyadi MPd, mengundang pertemuan para bhikku terkait rencana pemasangan chattra Borobudur.

Sesuai undangan yang beredar dan diperoleh Tribun, tajuk pertemuan adalah “Koordinasi Peresmian Pemasangan Chattra Stupa Induk Borobudur.”

Arkeolog senior dan purna bakti FIB UGM, Dr Daud Aris Tanudirjo dalam wawancara khusus dengan Tribun mengingatkan perlunya kehati-hatian tentang chattra Borobudur.

Sebab, perbedaaan pendapat sudah berlangsung lama dan para ahli Sejarah serta arkeolog sudah sampai pada kesimpulan stupa Borobudur tidak berchattra.

Chattra versi rekonstruksi Theodore van Erp juga mengandung keraguan menyangkut otentisitas atau keaslian ornament itu di stupa induk Borobudur.

Daud Tanudirjo pada Sabtu 7 September 2024 mengaku diundang dalam diskusi bersama tim BRIN dan Bimas Budha Kemenag RI di Hotel Artos Magelang.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved