Advertorial
Festival Sendratari DIY, Wadah Pelestarian dan Pengembangan Seni Tari Tradisional
Keberlangsungan festival ini merupakan bukti nyata dari kecintaan masyarakat Yogyakarta terhadap seni tari tradisional.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - DI Yogyakarta semakin memantapkan posisinya sebagai kota festival yang menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Salah satu daya tarik utama Yogyakarta adalah kekayaan seni budayanya, hal ini pula yang melatarbelakangi penyelenggaraan Festival Sendratari DIY 2024 akan berlangsung pada 6-7 September 2024 di Pendopo Widhi Widhana SMKN 1 Kasihan.
Nugraha Wahyu Winarna, S.P.,M.Sc, Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan DIY, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival ini.
Beliau berharap festival ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya di bidang seni tari.
Ia berharap, penyelenggaraan Festival Sendratari semakin memperkaya khazanah budaya DI Yogyakarta .
Dengan semakin banyaknya event sendratari yang digelar, diharapkan DI Yogyakarta dapat semakin dikenal sebagai pusat seni dan budaya di Indonesia.
"Kami apresiasi teman-teman dari Dinas Kebudayaan serta generasi muda yang masih mau mempelajari dan mengembangkan sendratari. Ini sangat luar biasa, dan kami dari Paniradya Keistimewaan mendukung penuh. Harapannya, tentu melestarikan seni tari khususnya gaya yogyakarta dan mengembangkan kreativitas baru," kata Nugraha Wahyu Winarna.
"Sehingga setiap pelaksanaan event muncul skenario atau cerita baru yang memperkaya cerita lokal di DIY. Kami juga menilai ini jadi topik menarik, apalagi Yogyakarta dikenal sebagai kota festival," tambahnya.
Sementara itu, Kabid Pemeliharaan & Pengembangan ATLAS DISBUD DIY, Dra. Yuliana Eni Lestari Rahayu mengatakan bahwa Festival Sendratari DIY telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah seni pertunjukan di Yogyakarta .
Yuliana mengungkapkan, festival ini telah berlangsung selama 54 tahun sejak tahun 1970-an.
"Tidak banyak daerah yang melaksanakan festival secara rutin dan terus menerus, nah festival ini dari tahun 1970-an tidak pernah berhenti bahkan ketika Covid-19 tetap berlangsung," ujar Yuliana.
Ia menambahkan bahwa keberlangsungan festival ini merupakan bukti nyata dari kecintaan masyarakat Yogyakarta terhadap seni tari tradisional.
Keberadaan Festival Sendratari DIY tidak lepas dari peran besar dua tokoh penting, yaitu Kinayono dan Sudarso Pringgobroto.
Keduanya merupakan sosok yang visioner dan memiliki kontribusi besar dalam mengembangkan seni tari di Yogyakarta.
"Dua tokoh ini bersanding mencetuskan festival sendratari, merupakan festival elit bisa menaikkan prestise penari," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Festival-Sendratari-DIY-Wadah-Pelestarian-dan-Pengembangan-Seni-Tari-Tradisional.jpg)