Pembelajaran Pemilihan Bibit dan Pelatihan Penanaman untuk Petani Muda di Gunungkidul
Program ini bertujuan untuk meregenerasi petani muda yang melek IT dan didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPKO) Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2024 mempelopori berdirinya Sanggar Tani Muda di Kelurahan Semoyo, Gunungkidul.
Program ini bertujuan untuk meregenerasi petani muda yang melek IT dan didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (KEMENDIKBUDRISTEK).
Pada tanggal 31 Agustus 2024, tim tersebut mengadakan kegiatan pembelajaran pemilihan bibit yang diselenggarakan di rumah Eko Andiranto, Dukuh Wonosari.
Selain itu, kegiatan penanaman juga dilakukan di lahan kas Kelurahan Semoyo yang dijadikan sebagai lahan sekolah lapangan selama program PPKO HMTK.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan komponen masyarakat, seperti Parjiyo selaku Bimnas Polsek Patuk, Joko Haryanto selaku Koordinator BPP Kecamatan Patuk, anggota Sanggar Tani Muda, dan Komponen masyarakat sekitar.
Pembelajaran dan praktik ini didampingi langsung oleh Rais Sulistyo Widiatmoko, S.Si., Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ahli Madya dari Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP).
Dalam sambutannya, Parjiyo mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lingkungan sekitar dengan menanam berbagai jenis tanaman yang tidak hanya memperindah area, tetapi juga memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi komunitas.
Sementara itu, Joko Haryanto menekankan pentingnya langkah-langkah cermat dalam mengolah lahan yang telah lama tidak dimanfaatkan.
Langkah tersebut mencakup membersihkan area dari gulma, memperbaiki struktur tanah melalui pengolahan dan pemupukan organik, serta memilih tanaman yang tepat untuk membantu memulihkan kesuburan tanah.
Pendekatan ini akan mengembalikan lahan tersebut menjadi produktif dan berkelanjutan.
Rais Sulistyo Widiatmoko menjelaskan bahwa menanam cabai di lahan memerlukan persiapan dan perawatan yang tepat.
"Pertama, buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi 20-30 cm untuk memastikan drainase yang baik. Pilih bibit cabai unggul yang tahan hama dan penyakit, serta semai terlebih dahulu hingga memiliki 3-4 helai daun sebelum dipindahkan ke lahan. Anda juga bisa menanam bayam dan baby timun di lahan yang sama untuk hasil panen yang bervariasi," jelasnya.
"Nutrisi tanaman sangat penting. Oleh karena itu, pupuklah secara rutin menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik. Penyiraman juga harus diperhatikan, terutama saat musim kemarau. Setelah lahan siap, tanam bibit dengan jarak 50 cm antar tanaman dan beri mulsa untuk menjaga kelembaban. Perhatikan penyiraman, penyiangan, dan pengendalian hama agar tanaman cabai tumbuh sehat dan produktif. Dengan cara ini, panen cabai yang optimal bisa dicapai," tambah Rais Sulistyo Widiatmoko.
Setelah kegiatan pembelajaran selesai, dilakukan praktik penanaman di lahan kas dengan menanam bibit cabai.
Namun, bentuk kesuluruhan dari tanaman yang ditanam dilahan tersebut tidak hanya cabai, melainkan terdapat serai wangi dan tanaman hortikultura lainnya.
Program pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat berlanjut hingga tahun 2026 dan menjadi motor regenerasi petani muda yang berkelanjutan. (*)
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (
Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Gunungkidul
| HeHa Sky View Gunungkidul Terbangkan Balon Cahaya saat Malam Tahun Baru 2026 |
|
|---|
| Resmikan Balai Budaya, Kalurahan Bendung Kukuhkan Diri sebagai Desa Mandiri Budaya |
|
|---|
| Sepanjang 2025, Pemkab Gunungkidul Klaim Salurkan Bantuan Alsintan Senilai Rp12 Miliar |
|
|---|
| Lonjakan Wisatawan Libur Natal, Arus Kendaraan ke Gunungkidul Tembus 457.377 Unit |
|
|---|
| Terancam Gagal Panen karena Banjir, Petani Bawang Merah di Bantul Berharap Bantuan Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pembelajaran-Pemilihan-Bibit-dan-Pelatihan-Penanaman-untuk-Petani-Muda-di-Gunungkidul.jpg)