Kisah Inspiratif
Ibu-ibu Desa Prima Bumijo Sulap Sampah Jadi Berbagai Kerajinan Unik
Anggota Desa Prima Bumijo menyulap kresek bekas menjadi hiasan cantik, tutup botol menjadi tas unik.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sampah memang dianggap remeh dan hanya dibuang begitu saja.
Namun di tangan ibu-ibu kelompok desa prima Bumijo, Kota Yogyakarta, beragam sampah bisa dijadikan berbagai kerajinan.
Anggota desa prima Bumijo menyulap kresek bekas menjadi hiasan cantik, tutup botol menjadi tas unik.
Gelas plastik bekas pun bisa disulap menjadi tudung saji, bahkan kain perca pun dapat diolah menjadi bros lucu.
Ketua Desa Prima Dahlia Bumijo, Siti Rojanah mengatakan awalnya desa prima Bumijo fokus pada produk kuliner saja.
Namun saat ini berkembang dan mengelola limbah. Apalagi di Bumijo ada 17 bank sampah.
“Sehingga kami berkolaborasi dengan bank sampah,” katanya, Jumat (30/08/2024).
Ia mengakui keberadaan desa prima mampu membangkitkan ekonomi masyarakat, termasuk lansia.
Sebab dalam membuat produk olah limbah, lansia juga ikut terlibat.
Nilai jual produk juga menjadi motivasi.
Harga produk beragam, mulai dari Rp 5 ribu hingga ratusan ribu, tergantung tingkat kesulitan.
Menurut dia, selain meningkatkan ekonomi, pengelolaan limbah juga menjadi sarana edukasi masyarakat untuk mengolah limbah.
“Apalagi setelah tahu nilai ekonominya, jadi motivasi juga. Misalnya plastik kresek itu per kilogram cuma Rp 500, tetapi kalau diolah menjadi hiasan bisa jadi Rp20 ribu. Tetapi kalau yang sulit bisa sampai Rp 150 ribu. Kami juga sering menerima pesanan souvenir, terakhir untuk pernikahan 300 buah,” terangnya.
Ia menyebut upaya yang dilakukan desa prima Bumijo menjadi satu langkah kecil untuk mengelola sampah di Kota Yogyakarta, mengingat saat ini sampah masih menjadi persoalan yang rumit.
Pihaknya pun terbuka kepada masyarakat yang ingin belajar mengolah limbah.
Pasalnya desa prima Bumijo tidak hanya mengolah limbah plastik, tetapi styrofoam, kertas, kalender bekas, hingga sampah organik.
“Harapannya pengelolaan sampah di DIY semakin optimal. Apalagi di DIY ada dana keistimewaan, bisa digunakan juga untuk mengatasi permasalah sampah,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com )
Baca Buku Bonus Sayur, Cara Karang Taruna Margoyoso Magelang Kerek Minat Baca |
![]() |
---|
Cerita Anak Bintara Brimob Polda DIY Raih Adhi Makayasa AAU 2025 |
![]() |
---|
Cerita Juara 1 Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Jenjang SMP 2025, Kampanye Soal Ini |
![]() |
---|
Dari Enceng Gondok Jadi Peluang Kerja: Cerita Aiptu Sukirja Rintis Usaha Kerajinan |
![]() |
---|
Kisah Percetakan di Kulon Progo Cetak hingga 10 Juta Amplop Saat Lebaran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.