Aksi Jogja Memanggil di Gejayan
Massa Aksi Jogja Memanggil Orasi di Pertigaan Gejayan, Minta Polisi untuk Merenung
Massa aksi Jogja Memanggil tiba di pertigaan Gejayan , Sleman, Kamis (29/8/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Massa aksi Jogja Memanggil tiba di pertigaan Gejayan , Sleman, Kamis (29/8/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.
Mereka membentangkan poster di jalan bergambar dan bertuliskan macam-macam.
Di mobil pick up, ada poster bertuliskan ‘Warning! Sama-sama Fasis’ disandingkan dengan setengah wajah diduga wajah Prabowo Subianto, presiden terpilih.
Dalam kesempatan itu, massa aksi menyampaikan pesan kepada para polisi untuk merenungkan perbuatannya.
“Polisi itu harusnya menjadi penjaga rakyat, bukan alat kekuasaan,” kata orator. Mereka menyinggung banyak kejadian dimana polisi justru melakukan kekerasan pada masyarakat.
Terbaru, banyak masyarakat sipil di Semarang, Jawa Tengah yang mengalami kekerasan dari polisi.
“Jangan mau, sekali lagi, jangan mau menjadi alat kekuasaan. Sama seperti zaman orde baru dimana aparat justru jadi alat kekuasaan untuk melawan rakyat,” terangnya.
Mereka juga menyinggung tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang tapi tidak ada yang bertanggung jawab.
“Polisi itu digaji rakyat, bukan untuk nyakitin rakyat,” tukasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Massa-Aksi-Jogja-Memanggil-Orasi-di-Pertigaan-Gejayan-Minta-Polisi-untuk-Merenung.jpg)