ISEI Cabang Yogyakarta Sebut Pilkada Jadi Penggerak Perekonomian Daerah
Pilkada juga memberikan kesempatan kepada para calon pemimpin daerah untuk belajar permasalahan yang ada di masing-masing daerah
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pilkada serentak diperkirakan bakal mendorong roda perekonomian daerah.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Gumilang Aryo Sahadewo.
“Pilkada pasti akan berpengaruh (perekonomian daerah). Mulai dari permintaan barang dan jasa yang berasosiasi dengan proses pemilihan kepala daerah. Itu kan pasti akan mendorong perputaran roda ekonomi yang ada di daerah,” katanya, Selasa (27/08/2024).
Di sisi lain, Pilkada juga memberikan kesempatan kepada para calon pemimpin daerah untuk belajar permasalahan yang ada di masing-masing daerah.
Sehingga ke depan bisa menelurkan kebijakan-kebijakan untuk menggairahkan perekonomian daerah.
“Ini justru sebenarnya momentum bagi para calon pemimpin, agar bisa mendorong kebijakan yang ada, tantangannya di sana,” lanjutnya.
Senada, Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, Y Sri Susilo mengatakan Pilkada dapat memberikan multiplier efek pada perekonomian daerah, terutama setelah penetapan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota.
Baca juga: Jogja Fashion Week Jadi Ajang Promosi Bidang Fesyen Terbesar , Segini Total Transaksinya
“Karena masing-masing calon akan melakukan kampanye, bentuknya ada baliho. Setiap calon akan sosialisasi siapa dia dan programnya melalui berbagai media, termasuk media luar ruang, sosial media, dan lainnya,” ujarnya.
Menurut dia, selian industri periklanan, ada beberapa sektor lain yang ikut terdongkrak karena Pilkada, termasuk UMKM.
“UMKM ada yang terlibat di situ, mungkin konsumsi pertemuan-pertemuan saat sosialisasi. Pencetakan kaos, bendera, banner, sedikit banyak akan menambah omzet UMKM,” sambungnya.
Susilo menambahkan Pilkada ibarat seperti oli yang bisa menggerakkan mesin perekonomian daerah.
Ia pun optimis pertumbuhan ekonomi, khususnya di DIY pada triwulan III dan IV akan lebih tinggi dibandingkan triwulan I dan II 2024.
“Karena ada multiplier efek dari pembelian spanduk, pembelian kaos misalnya. Akan menggerakkan tukang sablon, pembelian bahan baku, dan lainnya. Harusnya pertumbuhan ekonomi di akhir tahun tambah Pilkada lebih tinggi. Kalau triwulan II melambat, triwulan III dan IV menguat (pertumbuhan ekonomi),” pungkasnya. (*)
| Bupati Kulon Progo Minta KADIN Ikut Ambil Peran Strategis dalam Pembangunan Ekonomi Daerah |
|
|---|
| TUF 2025: Berkontribusi Besar Terhadap Perkembangan Dunia Transmigrasi |
|
|---|
| Dorong Ekonomi Daerah, Mandiri Jogja Marathon Jadi Motor Akselerasi Konsumsi Lokal |
|
|---|
| Mandiri Jogja Marathon Dorong Konsumsi Lokal dan Perkuat Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Tiga Terpidana Kasus Politik Uang di Sleman Ajukan Grasi ke Presiden Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-Pilkada-Serentak-2024.jpg)