JAWABAN Sri Sultan Hamengku Buwono X tentang Jokowi Mau Sowan: Saya Nggak Dihubungi Kog
Sri Sultan Hamengkubuwono X menepis kabar dirinya telah berkomunikasi dengan Presiden Jokowi, bahkan mengatur pertemuan yang kabarnya dilakukan Kamis
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah pesan viral di media sosial bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan sowan atau berkunjung ke Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.
“Akan ada kunjungan dadakan RI-1 dalam waktu dekat ke Yogyakarta. Tujuan utama, minta restu ke HB X,” begitu ungkap pesan yang beredar di media sosial.
Namun, Gubernur DIY menepis kabar dirinya telah berkomunikasi dengan Presiden Jokowi, bahkan mengatur pertemuan yang kabarnya dilakukan Kamis (22/8/2024) malam.
"Nggak ngerti aku, saya nggak dihubungi kok. Ya kita tunggu saja," kata Sri Sultan HB X singkat, saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (23/8/2024).
Sultan juga sempat mengomentari aksi ‘Jogja Memanggil’ yang diikuti ribuan massa di aera parkir Abu Bakar Ali (ABA) Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (22/8/2024).
"Saya kira demonstrasi itu kan diperbolehkan, yang penting bagaimana harapan dan materinya itu jelas. Tapi dengan tertib, tidak menimbulkan kerugian bagi publik karena itu di jalan umum dan sebagainya sehingga dengan sopan, berbaris baik, aspirasinya jelas disampaikan," kata Sri Sultan HB X saat ditemui Forum Koordinasi Sentra Gakkumdu se-Jawa, Nusa Tenggara dan Papua di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta, Kamis (22/8/2024).
Baca juga: Soal Kabar Presiden Jokowi Minta Bertemu, Sri Sultan HB X: Nggak Dihubungi
Meski demikian, Sri Sultan HB X berharap, dalam aksi Jogja Memanggil tidak ada tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh pengunjuk rasa.
"Itu kan aspirasinya baik, yang perlu kita dengar juga," kata Sultan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ribuan massa aksi 'Jogja Memanggil' menggelar aksi protes terkait pengkhianatan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tentang Undang-undang Pilkada 2024.
Demonstrasi ini diikuti oleh ratusan massa dari berbagai organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Forum Cik Di Tiro, akademisi, aktivis dan mahasiswa yang prihatin dengan kondisi demokrasi Indonesia.
Sultan Tidak Tanggapi Isu ‘Raja Jawa’
Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X enggan menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia terkait 'Raja Jawa' yang disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2024).
Menurut Sultan, pidato tersebut tak perlu ditanggapi sebab ia pun mengaku tak mengetahui siapa sosok 'Raja Jawa' yang dimaksud oleh Bahlil.
"Masak seperti itu saya tanggapi, tidak usahlah. Saya juga tidak tahu yang dimaksud itu siapa kok," kata Sultan, Kamis (22/8/2024).
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyinggung ‘Raja Jawa’ di dalam pidato perdananya usai resmi terpilih sebagai Ketum Golkar yang baru pengganti Airlangga Hartarto.
Bahlil meminta para kader tidak bermain-main dengan "Raja Jawa" jika tidak ingin celaka.
"Jadi kita harus lebih paten lagi, soalnya Raja Jawa ini kalau kita main-main, celaka kita. Saya mau kasih tahu saja, jangan coba-coba main-main barang ini. Waduh ini ngeri-ngeri sedap barang ini, saya kasih tahu," ujar Bahlil.
Baca juga: Sri Sultan HB X Enggan Tanggapi Pernyataan Bahlil Lahadalia soal Raja Jawa
Bahlil lantas mengungkit dampak jika ada pihak yang mencoba main-main dengan si Raja Jawa.
Akan tetapi, Bahlil ogah membukanya di depan umum.
"Sudah waduh ini, dan sudah banyak, sudah lihat kan barang ini kan? Ya tidak perlu saya ungkapkanlah. Enggak perlu," ucapnya.
Sementara itu, Bahlil mengaku, dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi ataupun kepentingan lain sebagai Ketum Golkar.
Dia mengklaim hanya memiliki kepentingan untuk membuat Golkar lebih baik lagi ke depannya.
"Karena itu, pemerintahan Pak Prabowo-Gibran sebagai kelanjutan dari para pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin," imbuh Bahlil.
( Tribunjogja.com / R Hanif Suryo Nugroho / Bunga Kartikasari )
Dosen UGM Sebut Kenaikan Tunjangan DPR Bukti Kurangnya Sense of Crisis |
![]() |
---|
Pelajar di Bantul Jadi Korban Pengeroyokan, Lapor Polisi |
![]() |
---|
Mengenal ASSA, Wadah untuk Para Pendidik Kreatif yang Siap Adopsi Transformasi Teknologi |
![]() |
---|
Empat Desa di Kabupaten Klaten Masuk Daftar Rawan Peredaran Narkoba |
![]() |
---|
Mengenal Inovasi Smart City: Dari Daerah untuk Ketahanan Nasional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.