BKKBN RI Beri Bedah Rumah 3 KK di Kulon Progo

BKKBN RI melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kalurahan Hargowilis,

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo (kanan) secara simbolis menyerahkan bantuan Bedah Rumah ke salah satu warga di Padukuhan Clapar, Kalurahan Hargowilis, Kulon Progo, Sabtu (24/8/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kulon Progo. Pelaksanaannya dimulai pada Sabtu (24/08/2024).

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo menjelaskan program bedah rumah tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sanitasi.

"Sebab faktor paling besar yang mempengaruhi stunting adalah sanitasi, mencapai 70 persen," ujar Hasto.

Program ini menyasar pada RTLH yang didiami oleh keluarga yang memiliki balita, ibu hamil, serta pasangan suami-istri (pasutri) dalam masa subur.

BKKBN RI berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk mendapatkan sasaran penerima bantuan.

Hasto mengatakan di Kulon Progo ada 3 Kepala Keluarga yang menerima bantuan. Mereka seluruhnya berasal dari Kalurahan Hargowilis, masing-masing di Padukuhan Tegalrejo, Clapar, dan Klepu.

"Salah satu rumah misalnya belum punya jamban yang bersih, maka kami fasilitasi pembangunannya," jelasnya.

Baca juga: Kepala BKKBN RI Harapkan DIY Mampu Tangani Fenomena Populasi Menua

Menurut Hasto, program bedah rumah ini mendapat dukungan dari APBN dan APBD. Namun khusus di Kulon Progo pembiayaannya berasal dari donasi pihak ketiga.

Lewat program bedah rumah ini, pihaknya pun sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting. Antara lain dengan menjaga kualitas sanitasi hingga asupan bergizi.

"Kami juga sekaligus melakukan pelayanan program Keluarga Berencana (KB)," kata Hasto.

Adapun Hasto mendatangi salah satu rumah penerima bantuan di Padukuhan Clapar, Hargowilis. Ia turut memberikan sejumlah bantuan berupa paket makanan ke beberapa warga setempat.

Lurah Hargowilis, Warsidi mengatakan Clapar merupakan padukuhan paling pinggir dalam wilayahnya. Ia pun tak menampik masih banyak warganya yang menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni, termasuk sanitasi yang kurang baik.

"Kami tentunya sangat bersyukur karena warga kami bisa mendapatkan bantuan Bedah Rumah dari BKKBN RI," ujarnya.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved