Okupansi Hotel di Kulon Progo Diklaim Tembus 70 Persen selama Libur Nataru 2025/2026
Ketua PHRI Kulon Progo, Sumantoyo mengatakan tingkat okupansi hotel selama libur Nataru lalu berada di kisaran 63 hingga 70 persen.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- PHRI Kulon Progo mencatat okupansi hotel di Kulon Progo selama nataru cukup tinggi
- Tingginya okupansi hotel di Kulon Progo bukan hal luar biasa karena faktor pemicunya adalah kebanyakan tamu tidak mendapat kamar di hotel di Kota Yogyakarta.
- Okupansi hotel di Kulon Progo masih bisa lebih tinggi, dengan catatan Kulon Progo menambah daya tarik wisatanya
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo mencatat tingkat keterisian (okupansi) hotel yang cukup memuaskan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Peningkatannya cukup tinggi dibandingkan hari biasa.
Ketua PHRI Kulon Progo, Sumantoyo mengatakan tingkat okupansi hotel selama libur Nataru lalu berada di kisaran 63 hingga 70 persen.
"Meningkat dibandingkan hari biasa yang di kisaran 30 sampai 40 persen," katanya pada wartawan, Kamis (08/01/2026).
Bukan hal yang luar biasa
Meski begitu, Sumantoyo mengatakan capaian okupansi hingga 70 persen bukan hal yang luar biasa. Apalagi jika melihat faktor penyebab naiknya okupansi tersebut selama liburan.
Sebab berdasarkan penelusuran, kebanyakan tamu menginap di Kulon Progo karena tidak mendapat kamar di hotel di Kota Yogyakarta. Sebab jumlah tamu di sana membludak, melampaui jumlah kamar hotel yang tersedia.
"Sebagian dari tamu yang menginap di Kulon Progo memiliki kepentingan di Kota Yogyakarta," jelas Sumantoyo.
Ia pun menilai tingkat okupansi hotel di Kulon Progo saat liburan masih bisa lebih tinggi dari 70 persen. Namun diperlukan upaya keras dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo dengan menambah daya tarik wisata.
Daya Tarik Wisata Kulon Progo kurang
Sebab menurut Sumantoyo, Kulon Progo saat ini masih kekurangan daya tarik wisata yang bisa membuat wisatawan datang berlama-lama. Apalagi masa tinggal (length of stay) wisatawan di Kulon Progo saat ini baru 1,9 atau hampir 2 malam.
"Sebenarnya 2 malam sudah lumayan, namun sebenarnya masih bisa ditambah lagi," ujarnya.
Jumlah wisatawan
Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo juga mencatatkan peningkatan jumlah wisatawan yang cukup signifikan pada libur Nataru 2025/2026.
Peningkatan bisa menembus lebih dari 20 ribu wisatawan dibandingkan libur Nataru 2024/2025.
Kepala Dispar Kulon Progo, Sutarman mengatakan pada libur Nataru kali ini tercatat sebanyak 88.865 pengunjung. Sedangkan di libur Nataru sebelumnya tercatat sebanyak 62.623 pengunjung.
"Destinasi yang paling banyak pengunjungnya adalah Pantai Glagah dengan 64.706 wisatawan selama libur Nataru 2025/2026," kata Sutarman.(alx)
| SPMB 2026 Online Penuh, SMPN 1 Wates Kulon Progo Tetap Siagakan Petugas Pelayanan di Sekolah |
|
|---|
| Baru Pertama Kali, Lurah Ngentakrejo Kulon Progo Ngaku Grogi Hadapi Sapi Kurban dari Presiden |
|
|---|
| Pelaksanaan SPMB 2026 di Kulon Progo Bakal Online Penuh, Kuota Jalur Domisili Wilayah Naik |
|
|---|
| Harga Plastik Mahal, Warga Ngentakrejo Lendah Pakai Sarangan Daun Kelapa untuk Bungkus Daging Kurban |
|
|---|
| Sapi Presiden Disembelih di Ngentakrejo Lendah Kulon Progo, Akan Dibagikan ke 600 KK di 4 Kalurahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Okupansi-Hotel-di-Kulon-Progo-Diklaim-Tembus-70-Persen-selama-Libur-Nataru-20252026.jpg)