Berita Sleman Hari Ini

482 Kasus DBD di Sleman, 2 Meninggal Dunia 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi DBD 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Di tengah cuaca musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), baik di rumah maupun lingkungan untuk mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD).

Pasalnya, penderita penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini di Sleman telah mencapai 482 kasus, 2 meninggal dunia. 

"DBD ada 482 kasus dengan 2 meninggal. Di tahun  2024, puncaknya terjadi di bulan Mei, Juni dan Juli. Tiga bulan itu terjadi peningkatan. Agustus ini mulai turun," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman , dr. Cahya Purnama, Kamis (22/8/2024). 

Kendati angka kasus cenderung mengalami penurunan, namun tetap diwaspadai.

Masyarakat diimbau meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan. 

Cahya mengungkapkan, walupun musim kemarau tidak turun hujan yang berpotensi menimbulkan genangan, tetapi perindukan nyamuk bisa berkembang melalui genangan yang ada di dalam rumah.

Seperti tempat penampungan air maupun kolam. 

Sebab itu, gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J) diluncurkan.

Dinas kesehatan juga akan meluncurkan satu kantor satu juru pemantau jentik (jumantik) maupun bagi gedung bertingkat satu lantai satu jumantik.

Gerakan tersebut saat ini mulai disosialisasikan kepada masyarakat dan akan diluncurkan tapi diawali dengan mengeluarkan surat edaran. 

"Bulan Agustus ini sebenernya sudah turun banyak. Hanya 12 kasus. Dibanding tiga bulan lalu yang bisa mencapai 125 kasus.Tapi ini perpu diwaspadai," kata dia. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman , dr. Khamidah Yuliati sebelumnya mengungkapkan kasus DBD di Kabupaten Sleman masih cukup terkendali.

Pihaknya meminta kepada masyarakat agar secara periodik terus melakukan pembersihan lingkungan, bak kamar mandi dengan membuang berkala air yang menggenang. Kemudian melakukan 3M plus. 

Yaitu menguras tempat yang menjadi perindukan nyamuk.

Menutup rapat tempat  penampungan air dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Selain itu, pencegahan DBD juga bisa dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan di lingkungan.

"Usahakan ABJ atau Angka bebas Jentik di wilayah masing-masing minimal 95 persen," kata Yuli. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved