Luruskan Sejarah, Raja Mataram Amangkurat 1 Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Atas jasa-jasa yang ditorehkan di masa lampau, pihaknya pun hendak mengajukan Amangkurat Agung untuk mendapat gelar pahlawan nasional.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Istimewa
Foto Amangkurat 1 di kompleks Makam Tegal Arum. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejarah dan sepak terjang Kerajaan Mataram tentu tidak bisa dilepaskan dari sosok Amangkurat 1, atau dikenal sebagai Amangkurat Agung.

Bagaimana tidak, putra dari Sultan Agung, serta cicit Panembahan Senopati yang merupakan pendiri Kerajaan Mataram tersebut, pernah bertahta selama 1646-1677.

KRAy Utami Suryo Negoro, perwakilan keluarga trah Amangkurat 1, mengatakan, atas jasa-jasa yang ditorehkan di masa lampau, pihaknya pun hendak mengajukan Amangkurat Agung untuk mendapat gelar pahlawan nasional.

Menurutnya, Amangkurat 1 merupakan salah satu raja Mataram yang banyak memberikan warisan peradaban di berbagai bidang kehidupan. 

"Mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, sosial budaya dan lain sebagainya," katanya, Rabu (21/8/2024).

Pengusulan tersebut, akan diawali dengan prosesi haul yang digelar sesuai tata cara dan adat turun-temurun, pada 31 Agustus 2024 mendatang. 

Di samping itu, pihaknya terus mempersiapkan data, naskah akademis, mengumpulkan tokoh-tokoh sejarah, bukti peninggalan dan lainnya, untuk mendukung pengusulan Amangkurat Agung sebagai Pahlawan Nasional

"Perjalanannya memang masih panjang, namun demi sejarah dan budaya bangsa ini, kita akan terus maju ke depan," ungkapnya.

Baca juga: Cucu Sri Sultan HB VIII Ini Ingatkan Bakal Calon Wali Kota Yogya, Jangan Asal Klaim Dukungan Kraton

Dijelaskan, berdasar catatan sejarah yang dikumpulkan, banyak prestasi Amangkurat 1 yang telah dibangun pada masa pemerintahannya, sepanjang 1646-1677. 

Antara lain, membangun pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, membangun Bendungan Serayu di Purbalingga, Pusat Kuliner di Banyumanik Semarang, mengembangkan pelabuhan Tanjung Emas di Kendal Semarang, hingga membangun perkebunan kopi di Ungaran.

Tak hanya itu,  Amangkurat 1 juga dikenal sebagai tokoh perintis pendidikan usia dini dan sekolah pelayaran di Tegal, mengembangkan mebel ukir di Jepara, membangun pabrik trasi di Lasem, industri logam di Kudus serta gedung seni di Genjeran Surabaya.

"Referensi itu kita dapat langsung dari juru kunci di Makam Amangkurat Agung di Tegal Arum. Termasuk eyang sekolah di luar negri dan juga pernah menjadi muridnya Sunan Kalijogo di Kadilangu Demak," tandasnya.

Karenanya, Utami mengatakan, Amangkurat 1 bisa disebut sebagai bapak pembangunan pada sejarah awal Kerajaan Mataram.

Namun, ia pun tidak menampik, sejarah terkait masa pemerintahan Amangkurat Agung menurut pihak keturunan atau trah juga masih banyak versi. 

"Nah, terkait bagaimana sejarah dan jalannya pemerintahan kerajaan Mataram masa itu, ya nampaknya sampai detik ini belum ada yang meluruskan. Padahal, kita meyakini jika Amangkurat Agung adalah korban politik," urainya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved