Berita Olahraga Hari Ini

Polytron Superliga Junior 2024: Jaya Raya Tantang PB Djarum di Partai Final U-17 Putra 

Pertandingan memperebutkan tiket babak final kejuaraan Polytron Superliga Junior 2024 berlangsung sengit dan menegangkan.

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Yarits Al Kaaf Rengganingtyas memastikan langkah PB Djarum A ke final Polytron Superliga Junior 2024 setelah mengalahkan PB Djarum B dengan skor telak 3-0 pada laga semifinal U-17 putra yang berlangsung di GOR Djarum Magelang, Jawa Tengah, Jumat (16/8). 

"Saya senang bisa menjadi pemain penentu kemenangan di semifinal dan memastikan tim mendapat satu tempat di final. Di pertandingan saya mampu menampilkan performa maksimal sesuai dengan harapan sebelum pertandingan," kata Yarits.

Beralih ke sektor U-17 Putri, pertarungan ketat terjadi tatkala PB Djarum A bertemu dengan PB Jaya Raya. Dua tim harus memainkan empat partai hingga akhirnya PB Djarum A sukses menjejak ke babak final dengan skor 3-1.

PB Djarum membuka keunggulan di partai pertama saat Jolin Angelia memaksa pertandingan melawan Miftaqul Putri Ayudis harus diselesaikan lewat rubber game dengan skor 22-24, 21-13, 21-17. Di laga kedua, giliran pasangan Afina Musa Putri/Nur Aliah Rahma dari PB Jaya Raya membuat kedudukan kembali imbang 1-1 karena mampu mengalahkan Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri juga melalui pertarungan tiga gim. PB Djarum akhirnya dapat mengamankan tiket ke final setelah memenangi dua partai berikutnya yang dimainkan tunggal putri Shaafiya Yasmin Maitsaa dan pasangan Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri.

“Alhamdulilah kami bisa menang meski mengalami sempat kesulitan di gim pertama. Namun, kami bisa mulai memahami permainan lawan sehingga dapat membalikkan keadaan di gim kedua dan ketiga. Khususnya di gim kedua, tadi kami berusaha membuat tempo permainan menjadi lebih cepat dan membuat lawan dalam situasi lebih tertekan,” kata Selsi. 

Di lapangan berbeda, Mutiara Cardinal menggagalkan terjadinya all PB Djarum final. Klub yang bermarkas di kota Bandung tersebut berhasil mendulang kemenangan 3-1 atas PB Djarum B yang diawali oleh Kayla Arsya Medina saat menghentikan perlawanan Hani Miftasari dengan skor 21-17, 21-11. 

Posisi kembali imbang ketika pemain tunggal PB Djarum B, Frisca Adelia Arifah berhasil mengalahkan Keira Putri Indriyan. Mutiara Cardinal akhirnya menyegel tiket ke partai final usai menang di dua pertandingan selanjutnya lewat nama pemain tunggal Mayla Cahya Afiilian Pratiwi dan ganda Kanaya Putri Juanda Utami/Kayla Arsya Medina.

Perkuat Mata Rantai Ekosistem

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Superliga Junior Yuni Kartika menuturkan, sengitnya persaingan menuju tangga juara menjadi angin segar bagi mata rantai ekosistem bulu tangkis di Indonesia. Pasalnya, sejak fase grup, semangat para pebulu tangkis muda guna merebut gelar juara sangat terasa.

“Partisipasi dan semangat yang mereka tunjukkan sejak hari pertama turnamen demi meraih gelar juara merupakan titik cerah bagi ekosistem bulu tangkis nasional. Karena, turnamen ini adalah sarana yang tepat bagi pebulu tangkis muda Indonesia membentuk mental mereka dengan melakoni pertandingan format beregu yang sangat bertumpu pada kerja sama dan kekompakan tim,” ujar Yuni. 

Selain itu, legenda bulu tangkis yang menjuarai Piala Uber 1994 ini menuturkan Polytron Superliga Junior bisa memberikan pengalaman berharga bagi para atlet muda Indonesia yang bertanding. Pasalnya, tidak hanya berjumpa dengan sesama pemain nasional, mereka juga bisa menguji teknik dan kemampuan melawan pemain asing.

“Tahun ini, ada tujuh negara asing yang berpartisipasi sehingga atlet-atlet muda Indonesia bisa menguji kemampuan mereka melawan pemain asing yang memiliki kemampuan variatif. Dari sisi penyelenggara, kami berharap turnamen ini bisa memberikan pengalaman berharga yang berdampak positif bagi pengembangan atlet muda sebelum mereka memasuki fase dewasa,” tandas Yuni.

Tak hanya bagi atlet nasional, pengalaman berharga berlaga di Polytron Superliga Junior 2024 juga dialami oleh pemain asal China, Xie Si Chen. Tunggal putri yang turun di kategori U-19 ini mengaku terkejut dengan kemampuan para pemain muda Indonesia.

“Saya sudah dua kali bertanding di luar China, pertama saya pernah bermain di Korea Selatan, kedua di Indonesia. Senang sekali memiliki pengalaman bermain di Indonesia, terlebih penyelenggaraan Polytron Superliga Junior 2024 dikemas dengan sangat baik. Saya melihat pemain-pemain asal Indonesia karena memiliki skill dan langkah yang sangat bagus,” kata Xie Si Chen. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved