Seni dan Budaya

Instalasi Seni Karya Ramadhan Arif Fatkhur Jadi Magnet bagi Pengunjung ARTJOG 2024

Rama merespon ruang seluas 9x6 meter menjadi sebuah ruang pamer full aluminium dan mengintepretasikan tema Ramalan sesuai idealismenya. 

Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja
Karya Seni Ramadhan Arif Fatkhur di ARTJOG 2024 

TRIBUNJOGJA.COM - ARTJOG merupakan festival seni kontemporer tahunan yang diadakan di Yogyakarta dan selalu menggugah refleksi serta eksplorasi ide-ide segar dalam dunia seni. 

Dengan suasana yang interaktif dan inovatif, ARTJOG berhasil menarik perhatian pecinta seni, pelajar, akademisi, serta wisatawan, menjadikannya salah satu acara seni paling dinantikan di Indonesia.

Salah satu karya yang menjadi magnet pengunjung dalam gelaran ARTJOG tahun ini adalah milik Ramadhan Arif Fatkhur

Seniman muda ini merespon ruang seluas 9x6 meter menjadi sebuah ruang pamer full aluminium dan mengintepretasikan tema Ramalan sesuai idealismenya. 

Pengunjung yang datang ke ruangan tersebut, spontan akan mengeluarkan kamera ponselnya untuk mengabadikan karya milik pemuda yang akrab disapa Rama ini. 

Karena luas areanya juga, banyak pengunjung meluangkan waktu lebih lama di karya instalasi tersebut. 

Dari pantauan Tribun Jogja, banyak yang mengambil foto atau video berlatar karya seni milik Rama. Hal itu juga terpantau di sosial media, seperti IG dan Tiktok, misalnya seorang influencer di Tiktok bernama Bill Mohdor secara khusus membuat video ulasan karya yang memiliki banyak simbol tersebut.  

Baca juga: JNM Bloc, Tempat Nongkrong Artsy di Jogja

Adapun Rama mesespon dinding, lantai dan sebagian langit-langit  dengan karya alumunium bernuansa kerangka, otomotif dan simbol-simbol lainnya.

Tata cahaya dari langit-langit yang putih terang namun tidak silau semakin membuat karyanya menjadi point of interest di ARTJOG kali ini. 

“Karya saya medianya dari aluminium yang saya olah dengan teknik kenteng namun tetap dengan ciri khas dan sebagai wujud dari idealisme saya dalam berkarya,” ujarnya. 

Konsep Karya


Karya Seni Ramadhan Arif Fatkhur 2
Karya Seni Ramadhan Arif Fatkhur di ARTJOG 2024


Rama yang merupakan nominasi Young Artist Award di ARTJOG 2024, memiliki ketertarikan pada bidang otomotif dan kustom kulture selain itu beberapa tahun lalu ia juga sebagai perancang dan pembuatan artistik Museum Purbakala di Sragen, Jawa tengah.

Dengan latar belakangnya tersebut, ia membuat karya berjudul ‘Adrenaline of Avantgarde’. Karyanya tersebut adalah sinkronisasi antara konsep idealisnya dengan tema ARTJOG Ramalan.

Menurutnya, ramalan sering terkait dengan zodiak atau weton dalam tradisi Jawa.

Pengaruh ramalan bintang atau zodiak tidak hanya terbatas pada keyakinan, tetapi juga mencakup aspek kepercayaan diri dan pembentukan jati diri seseorang. 

“Dalam seni, jati diri ini sering menjadi bagian integral dari idealisme penciptaan karya seni, menjadi corak atau karakter dalam setiap karya yang dihasilkan,” ujar pemuda jebolan Desain Komunikasi Visual di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini. 

Dari segi estetika, ramalan memiliki peran yang kuat dalam mewujudkan pengaruhnya di masa depan, sering dikaitkan dengan arah avant-garde. 

Secara tersirat, ia mengungkapkan, dalam karyanya ini ada kisah Qabil dan Habil yang dikenal sebagai peristiwa pembunuhan pertama di dunia. Tentang surga dan neraka, tentang masa lalu dan masa kini. 

Misalnya ia memasukan simbol kehidupan budaya Jawa termasuk turangga (kendaraan).

Karya Seni Ramadhan Arif Fatkhur 3
Karya Seni Ramadhan Arif Fatkhur di ARTJOG 2024

Jika jaman dulu turangga yang dimaksud adalah kuda, maka kini dunia otomotif seakan memberikan penghargaan atas hal tersebut dengan penyebutan horse power untuk mengukur kekuatan mesin kendaraan bermotor.  

Ia menambahkan ramalan seni sebagian besar merupakan isu budaya dan keyakinan, yang mencerminkan sejauh mana seorang seniman dapat menangkap momen-momen yang menjadi simbol dan diakui oleh masyarakat atau penggemar seni pada masa tersebut atau di masa depan.


“Pada akhirnya, karya seni secara simbolis dapat dianggap sebagai ramalan tentang masa lalu yang diprediksi akan menjadi legenda di masa depan, atau sebaliknya," ujarnya menerangkan arti dari karyanya.

"Kedua konsep ini tidak dapat dipisahkan dan menjadi bagian dari pengalaman universal yang akan dihadapi oleh semua makhluk di dunia ini,” tandasnya.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved