Seni dan Budaya
Museum dan Galeri SKM Yogyakarta, Lestarikan Budaya Keris Gagrag Mataram
Museum dan Galeri SKM Yogyakarta di-design dinamis dengan adanya fasilitas gallery, artshop, library, coffeeshop meeting room, dan sanggar
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi provinsi yang istimewa karena hingga hari ini keberadaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pura Pakualaman menjadi bagian yang tak terpisahkan sebagai garda depan pelestari budaya bagi masyarakat.
Salah satu bentuk untuk terus melestarikan budaya tersebut adalah dengan diresmikannya Museum dan Galeri Sanggar Keris Mataram (SKM) Yogyakarta, pada Sabtu (10/8/2024) malam kemarin.
Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih yang datang untuk meresmikan berharap bahwa keberadaan Museum dan Galeri Sanggar Keris Mataram (SKM) Yogyakarta ini semakin mengokohkan Bantul sebagai The Origin of Mataram atau cikal bakal Mataram.
“Maka, tentunya kami dari Pemerintah Daerah Bantul sangat mengapresiasi dan mendukung keberadaan Museum dan Galeri SKM Yogyakarta yang mengedapankan pelestarian Keris Gagrag Mataram yang dibangun secara mandiri,” ujar Bupati Bantul.
Menurutnya, bidang industri kreatif yang terkait dengan budaya menjadi salah satu sektor prioritas dalam ekosistem kebudayaan di Kabupaten Bantul.
Musem dan galeri yang berlokasi di Donotirto, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul ini menurut Halim akan semakin menyempurnakan pelestarian salah satu budaya mataram.
“Harapanya dapat bermanfaat bagi edukasi seni budaya adiluhung yang diwariskan oleh para leluhur mataram,” imbuhnya,
Baca juga: Dinkes Bantul: Belum Ada Kasus Cuci Darah pada Anak di Bantul

Sementara itu Nurjianto, Ketua SKM Yogyakarta berharap bahwa keberadaan Museum dan Galeri SKM Yogyakarta ini, bisa menjadi sebuah langkah dalam membuka perspektif bersama untuk membangun peradaban Budaya Keris Gagrag Mataram di Yogyakarta.
Sekaligus semakin meneguhkan keris sebagai mahakarya agung budaya bangsa. Serta memperkaya khazanah pengetahuan keilmuan, khususnya kajian dan penciptaan keris.
Sehingga bisa menjadi rujukan bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mentransformasi nilai filosofi keris sebagai warisan budaya di Yogyakarta secara khusus dan Indonesia pada umumnya.
“Sebagai bagian dari Obyek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Nasional. Keris menjadi obyek pilihan kebudayaan yang telah menjadi bagian dalam kerja keseharian kami,” ujarnya.
“Dengan latar belakang inilah, kami mulai menginisiasi lahirnya Sanggar Keris Mataram yang selanjutnya berproses hingga akhirnya berkembang menjadi adanya Museum, Galeri dan Besalen Keris SKM,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Poleng ini.
Selain fokus ke bidang perkerisan dengan pemproduksi bilah keris, warangka-perabot keris, nantinya akan banyak digelar kegiatan budaya pendukung untuk menguatkan daya cipta, rasa dan karsa.
Sebagai sarana untuk menguatkan Sumber Daya Manusia, budaya keris telah menjadi bagian dari salah satu manifestasi kebudayaan nusantara, dan tetap dapat dilestarikan sebagai bagian dari Kebudayaan Jawa yang adiluhung dan berbudi luhur.
Pengelola SKM, Ki Arya Pandhu mengatakan, kehadiran Museum dan Galeri SKM Yogyakarta didesain dinamis dengan adanya fasilitas gallery, artshop, library, coffeeshop meeting room, dan sanggar sebagai pusatnya.
Museum dan Galeri SKM Yogyakarta diharapkan dapat ikut membangun kembali ekosistem keris yang semakin terbarukan dengan pendekatan kerja kolaboratif-kolektif yang juga ikut menggandeng keterlibatan masyarakat setempat di tengah perubahan budaya jaman dengan segala problematikanya hari ini.(*)
Museum dan Galeri Sanggar Keris Mataram (SKM) Yogy
keris
Sanggar Keris Mataram (SKM) Yogyakarta
Bupati Bantul
Abdul Halim
Budaya Jawa
Gus Poleng
Keris Gagrag Mataram
Instalasi Seni Karya Ramadhan Arif Fatkhur Jadi Magnet bagi Pengunjung ARTJOG 2024 |
![]() |
---|
Dibuka Kelas Pelatihan Intensif Musikal Budaya dari Indonesia Kaya, Simak Syaratnya |
![]() |
---|
Lukisan Ini Kisahkan Penyamaran Pangeran Diponegoro Saat Salat Jumat di Masjid Pajimatan Imogiri |
![]() |
---|
Sanggar Anak Desa Aktif Bentengi Pengaruh Negatif Globalisasi |
![]() |
---|
Dewa Budjana Akan Pamerkan 34 Gitar Lukis Koleksinya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.