Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Menurut Survei, Biaya Hidup Mahasiswa di DIY Lebih Tinggi dari Pengeluaran Rumah Tangga
Biaya hidup mahasiswa pendatang yang tinggal di kos atau pondokan lebih tinggi, yaitu sebesar Rp3.069.216.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menurut hasil survei biaya hidup mahasiswa 2024, rata-rata biaya hidup mahasiswa
sebesar Rp2.996.514 atau naik 2 persen dibandingkan tahun 2020.
Survei biaya hidup mahasiswa tersebut dilakukan UPN Veteran Yogyakarta dengan Bank Indonesia kepada 2.000 mahasiswa di DIY.
Ketua Pusat Studi Ekonomi Keuangan dan Industri Digital (PSKUIN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Ardito Bhinadi mengatakan biaya hidup mahasiswa pendatang yang tinggal di kos atau pondokan lebih tinggi, yaitu sebesar Rp3.069.216.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), maka rata-rata pengeluaran biaya hidup mahasiswa lebih tinggi dibandingkan ratarata pengeluaran konsumsi rumah tangga di DIY tahun 2024, sebesar Rp2.125.898.
“Distribusi pengeluaran makan minum posisi pertama. Paling banyak memilih warung makan dengan harga yang relatif murah. Namun ada perubahan untuk belanja makan secara online, yang harganya jauh lebih tinggi,” katanya dalam Jogja Economic Forum 2024.
Pengeluaran untuk gaya hidup menempati peringkat kedua.
Paling banyak digunakan untuk perawatan wajah dan tubuh.
Selain itu, juga untuk nongkrong di kafe, rekreasi dan hiburan, olahraga, dan game online.
Sementara pada posisi ketiga, rata-rata mahasiswa memilih kos atau pondokan di sekitar kampus. Selain mengutamakan biaya yang terjangkau, juga mempertimbangkan kebersihan dan keamanan, serta fasilitas WiFi.
Selain itu, pihaknya juga memotret penggunaan teknologi informasi di lingkup mahasiswa meningkat pesat seiring dengan akseptasi digital yang semakin masif.
“Yang menarik, handphone bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga gaya hidup. Sehingga gadget ini jadi bagian dari gaya hidup,” terangnya.
Ia menyebut sektor pendidikan berkontribusi 8,23 persen terhadap perekonomian DIY. Hal itu mengindikasikan adanya multiplier effect yang kuat dalam perekonomian.
Mengingat besarnya dampak dan kontribusi mahasiswa dan perguruan tinggi dalam mendorong perekonomian, diharapkan dapat tercipta sinergi dan kolaborasi antar lembaga untuk mengoptimalkan pemberdayaan mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat. ( Tribunjpgja.com )
| Dispar DIY Luncurkan Calender of Event, Sport Tourism Terus Dieksplor |
|
|---|
| Film 1 Kakak 7 Ponakan, Drama Keluarga yang Hangat di Penutupan JAFF 2024 |
|
|---|
| Festival Angkringan Yogyakarta 2024: Angkat Kuliner Ikonik dengan Sentuhan Modern |
|
|---|
| Formulasi Kenaikan UMP Mestinya Disesuaikan dengan Kondisi Daerah |
|
|---|
| Pemda DIY Ikuti Penjurian Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)