Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Bappenas dan Kedubes Australia Intip Program Daycare Lansia Aisyiyah

Kunjungan lapangan ini menjadi upaya pemenuhan kesejahteraan bagi para lansia khususnya di Yogyakarta melalui Program Inklusi Lansia Aisyiyah .

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Para lansia menyimak pemaparan narasumber dari tim ahli sejumlah rumah sakit, Jumat (9/8/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Malithi Burrowes, First Secretary, GEDSI Unit Manager Kedutaan Australia, didampingi Pimpinan Pusat ’Aisyiyah berkunjung ke Daycare Lansia Aisyiyah (DCLA), di Yogyakarta , Jumat (9/8/2024).

Kunjungan lapangan ini menjadi upaya pemenuhan kesejahteraan bagi para lansia khususnya di Yogyakarta melalui Program Inklusi Lansia Aisyiyah .

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang juga merupakan Koordinator Program Inklusi ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, mengatakan angka lanjut usia di Indonesia semakin meningkat, bahkan Indonesia disebut sedang memasuki fase ageing population. 

Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia pada 2023, hampir 12 persen atau sekitar 29 juta penduduk Indonesia masuk kategori lansia

Angka ini diperkirakan akan terus meningkat menjadi 20 persen atau sekitar 50 juta jiwa lansia hingga 2045. 

Dengan meningkatnya jumlah populasi lansia tersebut, diperlukan upaya bersama dalam menjaga kesehatan lansia

"Isu lansia ini sudah menjadi perhatian ‘Aisyiyah dengan melaksanakan berbagai kegiatan produktif dengan mendirikan Griya Lansia, Daycare Lansia, Pos Layanan Terpadu, Posyandu Lansia, dengan tagline yang diusung adalah SETAMAN yakni Sehat, Taqwa, Mandiri, dan Manfaat," kata Tri Hastuti.

Menurutnya melalui Program Inklusi ‘Aisyiyah juga mengembangkan berbagai program untuk pemberdayaan lansia seperti Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) Lansia sebagai wadah komunitas bagi lansia serta BUEKA Lansia untuk upaya pemberdayaan lansia dalam bidang ekonomi. 

"Aisyiyah berupaya bagaimana lansia tidak hanya tetap terjaga kesehatannya tetapi juga bagaimana lansia tetap aktif, produktif, dan membawa manfaat bagi sekitarnya,” jelas Tri Hastuti.

Maliki, ST, MSIE selaku Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas , menyampaikan masih banyak lansia yang belum mendapatkan fasilitas seperti halnya yang ada di Daycare Lansia Asyiyah .

Dalam hal ini Bappenas terus mencoba dan berkoordinasi dengan semua Kementerian Lembaga termasuk Kementerian Sosial, BKKBN, Kementerian Kesehatan.

"Sehingga apa yang sudah dilakukan oleh 'Aisyiyah ini bisa dilakukan juga di daerah-daerah lain," ujarnya.

Termasuk bagaimana nantinya memberikan edukasi terkait caregiver yang baik karena mungkin tidak semua keluarga mampu mendapatkan Caregiver yang profesional sehingga dalam hal ini dari BKKBN atau Dinas Sosial untuk memberikan pendidikan kepada keluarga dan komunitas.

"Sehingga lansia yang ada di seluruh komunitas bisa mendapatkan layanan yang prima," unkapnya.

Hal yang lebih penting lagi menurut Maliki, ke depan penduduk Indonesia yang akan menjadi lansia hampir sekitar 60 juta penduduk. "Itu lebih dari 10 persen bahkan 15 persen dari 65 plus. Kami harapkan pendidikan bagaimana menjadi lansia yang lebih sehat itu seharusnya mulai dari sekarang. Gaya hidup yang lebih baik, gaya belajar, bagaimana memperkuat kohesi di komunitas sehingga kita siap nanti pada saat lansia," pungkasnya. ( Tribunjogjacom )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved