Sumpah Militan Houthi Yaman Balas Perlakuan Israel
Berita perang timur tengah terbaru. Iran vs Israel Kelompok militan Houthi Yaman bersumpah untuk mengambil tindakan terhadap Israel.
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com - Kelompok militan Houthi Yaman bersumpah untuk mengambil tindakan terhadap Israel, bergabung dengan ancaman dari Iran dan sekutunya atas pembunuhan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran.
Dilaporkan Newsweek awal pekan ini, ketegangan di wilayah tersebut telah meningkat sejak pembunuhan Haniyeh di ibu kota Iran minggu lalu, di tengah kekhawatiran atas kemungkinan pembalasan Teheran.
Sementara Israel tidak membenarkan atau membantah bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, itu terjadi sehari setelah Negara Yahudi itu "melenyapkan" komandan senior Hizbullah Fuad Shukr dalam serangan udara di ibu kota Lebanon, Beirut.
Sebelum itu, Israel menyerang pelabuhan Hodeidah yang dikuasai Houthi di Yaman, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai lebih dari 90 orang, kata pejabat setempat.
Diperkirakan bahwa Houthi, serta kelompok militan Hizbullah Lebanon, dapat mengambil bagian dalam serangan "bercabang" terhadap Israel, kata Newsweek, mengutip wakil sekretaris informasi Houthi.
Nasreddin Amer tidak menjelaskan lebih lanjut tentang keterlibatan kelompok tersebut dalam potensi serangan tersebut, tetapi mengisyaratkan adanya tindakan besar yang akan dilakukan.
"Selama periode ini, kita cenderung berbicara sedikit dan bertindak banyak," kata Amer kepada media tersebut pada hari Senin.
"Inilah yang ingin saya sampaikan kepada dunia."
Seperti diketahui, Houthi adalah kelompok Syiah Islam yang menguasai sebagian besar Yaman, mereka telah menyerang pengiriman komersial yang terkait dengan Israel di Laut Merah sejak Oktober tahun lalu sebagai tanggapan atas pemboman Israel di Gaza.
"Angkatan Bersenjata Yaman terus melakukan operasi militernya dalam berbagai tahap eskalasi," kata juru bicara Houthi Yahya Saree dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa "
Operasi ini tidak akan berhenti sampai agresi berhenti dan pengepungan terhadap rakyat Palestina di Gaza dicabut.
• 4 Sistem Pertahanan Udara dan Rudal Terbaru Iran: 9-Dey Hingga Bavar-373
Hezbollah
Hezbollah Lebanon dikabarkan akan menyerang Israel terlepas dari Iran yang akan melakukan serangan sebagai respon atas pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran.
Dikabarkan Sputnik yang mengutip CNN, Gerakan Lebanon bergerak lebih cepat daripada Iran dalam persiapannya dan berencana untuk menyerang Israel dalam beberapa hari mendatang, penyiar melaporkan pada hari Rabu.
Beberapa pejabat mengatakan kepada penyiar bahwa Iran tampaknya masih mempertimbangkan rencananya untuk merespons Israel.
Meski seorang pejabat militer AS yakin Iran telah membuat beberapa persiapan meski belum dalam skala serangan besar terhadap Israel, tambah laporan itu.
| Peneliti PSKP UGM Sebut Masih Ada Peluang Konflik AS-Iran Mereda |
|
|---|
| Ketegangan AS-Iran Memuncak, Blokade Selat Hormuz Ancam Jalur Perdagangan Dunia |
|
|---|
| Mediasi As-Iran Buntu, Pakar UMY Sebut Ancaman Trump Sebagai Diplomasi Koersif |
|
|---|
| Iran Kunci Kapal Perusak AS yang Nekat Tembus Selat Hormuz dengan Rudal Jelajah dan Drone Penyerang |
|
|---|
| Negosiasi AS-Iran Gagal, Tema Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Persoalan Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Militan-Houthi-Yaman.jpg)