Dinas Pariwisata DIY Bidik Potensi Tersembunyi Desa Wisata, Batik Kayu Curi Perhatian
Inovasi unik ini hanya satu dari sekian banyak potensi kreatif yang sedang digali oleh Dinas Pariwisata DIY.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pernahkah Anda membayangkan batik yang terukir di atas kayu?
Inovasi unik ini hanya satu dari sekian banyak potensi kreatif yang sedang digali oleh Dinas Pariwisata DIY.
Dengan semangat untuk mengangkat potensi ekonomi kreatif di tingkat desa, Dinas Pariwisata DIY kini tengah melakukan pemetaan mendalam terhadap berbagai produk kerajinan dan ide-ide kreatif yang dimiliki oleh masyarakat desa.
"Seperti batik itu kan ada di beberapa tempat, ada beberapa sentra batik karena di DIY sendiri destinasi itu juga memiliki khas sendiri, kalau saya lihat di Desa Wisata Krebet Kabupaten Bantul itu ada kerajinan batik kayu," Iwan Pramana, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY.
"Kami ingin menggali harta karun yang tersembunyi di setiap desa wisata," tambahnya.
Melalui program-program pelatihan dan pendampingan, Dinas Pariwisata DIY berharap dapat memoles bakat-bakat terpendam di desa dan menjadikan produk-produk kreatif mereka semakin dikenal dan diminati.
"Kami di bidang pengembangan ekonomi kreatif menyasar dan memetakan potensi-potensi ekonomi kreatif di masing-masing kelurahan," kata Iwan Pramana.
Lebih lanjut Iwan mengatakan, di masing-masing kelurahan yang ada di DIY sudah terdapat desa wisata atau pariwisata berbasis pedesaan yang menawarkan potensi lokal baik wisata alam, seni dan budaya serta ekonomi kreatif yang khas.
Baca juga: Sembung Batik Lendah Kulon Progo Ciptakan Karya Batik Kepulauan Indonesia dan 79 Garuda
"Kalau saya lihat di DIY sudah hampir 200 lebih desa wisata baik yang sudah mandiri, maju, berkembang dan masih pemula. Jadi kami di bidang ekonomi kreatif juga akan melakukan pendataan, misalnya desa wisata apa, produk kreatifnya apa," katanya.
Dengan demikian, lanjut Iwan, nantinya produk ekonomi kreatif tersebut bisa dilakukan atau difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi setelah diikutkan pelatihan pelatihan berbasis kompetensi bagi pelaku usaha sub sektor kriya yang diprogramkan Dispar DIY.
Menurutnya, melalui upaya pemetaan potensi ekonomi kreatif tersebut nantinya juga berkaitan dengan kegiatan dalam upaya mendorong produksi, distribusi hingga pemasaran produk ekonomi kreatif itu sendiri di destinasi wisata.
"Jadi ketika pemasaran produk kreatif itu sudah ada bisa untuk mendukung pariwisata DIY, karena kalau di ekonomi kreatif itu juga sebenarnya bagaimana menghasilkan nilai tambah dari hasil kekayaan intelektual," katanya.
Ia juga berharap, kaitan dengan pengembangan ekonomi kreatif di kabupaten dan kota DIY ini bisa bersinergi dengan pemangku kepentingan pariwisata untuk menghasilkan produk-produk yang akan menunjang pariwisata DIY. (*)
| Punya Potensi Besar, Pariwisata Jogja Didorong Bidik Pasar Premium Lewat Standar GSTC |
|
|---|
| Rekomendasi 7 Tempat Mancing di Sleman |
|
|---|
| Tujuh Spot Memancing dan Kuliner Favorit di Wilayah Sleman |
|
|---|
| Wamenpar Ni Luh Puspa Akan Prioritaskan Pengembangan Deswita Kulon Progo |
|
|---|
| 5 Desa Wisata di Lereng Merapi: Pentingsari, Sangurejo, Kelor, Pulesari, Dukuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Iwan-Pramana-Dispar-DIY.jpg)