77 Kelompok Usaha di Gunungkidul Terima Bantuan Senilai Rp20 Juta
Bantuan diserahkan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, di Balai Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Selasa (6/8/2024).
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak melaksanakan penyerahan bantuan sosial uang kepada Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE FM) pada tahun 2024.
Bantuan diserahkan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, di Balai Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Selasa (6/8/2024).
Kepala Dinas Sosial, Asti Wijayanti, mengatakan bantuan ini diserahkan kepada 77 kelompok usaha.
Dengan masing-masingnya kelompok usaha mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk menjalankan usaha ekonomi produktif.
"Jadi, total bantuan yang diserahkan sebesar Rp1.540.000.000, ini untuk menjalankan usaha ekonomi produktif seperti peternakan dan persewaan tenda serta kursi,"paparnya disela kegiatan.
Asti menambahkan, kegiatan ini bertujuan mengurangi angka kemiskinan dengan memberdayakan masyarakat melalui usaha produktif.
Kegiatan ini dimulai sejak Februari 2024 dengan sosialisasi kepada seluruh penerima bantuan, termasuk perangkat desa dan pendamping KUBE FM.
"Dalam pelaksanaan KUBE FM 2024 ini, juga melibatkan pendamping dari perangkat kalurahan dan pendamping PKH untuk membantu anggota kelompok dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan proposal yang diajukan"tuturnya.
Baca juga: Gunungkidul Jadi Wilayah Terparah Bencana Kekeringan Se-DIY, Ini Persiapan Pemkab
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kelompok-kelompok usaha bersama dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya serta mendukung pengembangan ekonomi di Kabupaten Gunungkidul.
"Harapan kami pendamping ini juga dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang mungkin muncul nantinya. Serta, Harapan kami, kelompok ini bisa melanjutkan kegiatan ekonomi produktif hingga tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial tercapai,"sambungnya.
Sementara Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, dalam sambutanya mengatakan bahwa 67 persen penduduk usia produktif di Gunungkidul menjadi fokus pengembangan ekonomi.
"Bantuan ini adalah stimulan awal agar kelompok usaha bersama mampu berkembang dengan manajemen yang baik," kata Sunaryanta.
Ia menekankan pentingnya manajemen yang baik agar usaha tidak berhenti di tengah jalan.
Sunaryanta juga mengingatkan agar kelompok usaha bersama memanfaatkan fasilitas negara seperti peternakan konsultasi dan inseminasi.
"Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, diharapkan usaha ternak dapat berkembang dengan baik," ujarnya.
Dalam akhir sambutannya, Sunaryanta menekankan bahwa bantuan sosial ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kemiskinan di Gunungkidul.
"Kita harapkan perekonomian semakin baik dan kemiskinan menurun,"pungkasnya. (*)
| 80 Tahun Sri Sultan HB X, Bantul dan Gunungkidul Pertegas Kontribusi Pangan hingga Industri DIY |
|
|---|
| Fluktuasi Harga di Pasar Tradisional, TPID DIY: Mulai Ada Kenaikan Harga Sembako |
|
|---|
| Bupati Gunungkidul Jajal Kendaraan Listrik Karya Siswa SMKN 2 Wonosari di Ajang Smakadano Run 2026 |
|
|---|
| Sepanjang 2025, Pemkab Gunungkidul Klaim Salurkan Bantuan Alsintan Senilai Rp12 Miliar |
|
|---|
| Pemkab Gunungkidul Pastikan Keamanan Gereja dan Lalu Lintas Nataru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Gunungkidul-Sunaryanta-682024.jpg)