Dinkop UKM DIY Bidik 500 Koperasi Modern, Dorong UMKM Naik Kelas
Dinas Koperasi dan UKM DIY terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor UMKM.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Koperasi dan UKM DIY terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor UMKM.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menargetkan keberadaan 500 koperasi modern pada tahun 2024.
Program ini diharapkan dapat mendorong UMKM naik kelas dan semakin berdaya saing di era digital.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengungkapkan bahwa koperasi modern akan menjadi lokomotif perekonomian daerah.
Koperasi modern di DIY pada tahun 2023 berjumlah 11 koperasi, dan pada tahun 2024 akan ditargetkan bertambah 10 koperasi lagi.
"Koperasi modern tersebut nantinya akan mendapat pendampingan secara intensif, melalui metode Score Training dan Smart Business Mapping. Jenis koperasi yang didorong untuk menjadi koperasi modern adalah koperasi sektor riil dengan memanfaatkan teknologi onboarding digital," kata Siwi dalam Simposium Nasional Koperasi Istimewa pada Jumat (26/07/2024) kemarin.
Hal senada diungkapkan, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana.
Menurutnya, Koperasi DIY diharapkan dapat muncul sebagai teladan bagi tata kelola koperasi di Indonesia, sekaligus menjadi pemberdaya bagi UMKM untuk Jogja Istimewa.
Tri menyampaikan, sebagian besar anggota koperasi adalah UMKM. Usaha Mikro ini pula yang menempati porsi terbesar dari pelaku usaha, dengan melihat struktur pelaku ekonomi yang saat ini 99,62 persen tergolong berskala mikro.
"Ini yang perlu kita perhatikan, kalau yang mikro yang kecil ini, yang tidak kuat ini bisa beradaptasi dan bisa bertahan," imbuhnya.
Baca juga: Nilai Ekspor Mebel di Sleman Turun 0,8 Persen, HIMKI Didorong Kembangkan Inovasi
Koperasi di Indonesia saat ini sedang berada di fase disruption. Tri mengatakan, di masa pasca pandemi ini kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya. Kemudian generasi Y, Z, dan Alpha sangat mendominasi serta tantangan revolusi industri 4.0.
Untuk itu perlu sebuah ide untuk rebranding koperasi dan harus didukung dengan membuat koperasi yang mengikuti perkembangan zaman.
"Gerakan koperasi saat ini tengah menghadapi problem terkait edukasi dan regenerasi. Edukasi dan regenerasi koperasi dapat dilakukan melalui Koperasi Siswa, Koperasi Mahasiswa, Koperasi Pondok Pesantren, Santripreneur, dan Desapreneur. Kalau kita bisa menyelesaikan masalah kedua hal ini, saya yakin masalah-masalah yang lain dapat teratasi,"kata Tri.
Menurut Tri, koperasi semestinya sudah beralih untuk melayani generasi Y dan Z, maupun mempersiapkan untuk melayani generasi alpha.
Dengan hadirnya generasi muda, kebijakan-kebijakan baru akan menjadi cara efektif untuk menangkap peluang era bonus demografi yang mencapai 69 persen dari penduduk Indonesia.
Ini dapat mendorong koperasi untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar global.
Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penandatangan Nota Kesepakatan dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI dan Ikatan Notaris Indonesia, serta Launching QRIS Dinamis dengan BPD DIY.
Hal ini diharapkan agar dapat memperlancar sinergitas yang kuat dan kerjasama dalam pengembangan koperasi di DIY. (Han)
| Ada Bayang-bayang Fenomena Politisasi Koperasi di Kopdes Merah Putih, Ini Penjelasan Pakar UGM |
|
|---|
| Mitigasi Korupsi Dana Kalurahan, Lurah se-DIY Konsolidasi Pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
| Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Ini Syarat & Link Pendaftarannya |
|
|---|
| Pakar UMY Sebut Ada Sisi Positif dan Negatif dari Lowker KDMP dan KNMP |
|
|---|
| Puluhan Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Magelang, Segera Didistribusikan ke Desa-desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dinkop-UKM-DIY-Bidik-500-Koperasi-Modern-Dorong-UMKM-Naik-Kelas.jpg)