Mahasiswa UNY Bikin Wadah Eco-Friendly dari Serat Eceng Gondok Pengganti Styrofoam
Proses pengembangan Biora dimulai dari tahap persiapan bahan baku, yang utamanya adalah pati kacang hijau dan serat eceng gondok.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan inovasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K).
Mahasiswa menghadirkan produk yang diberi nama Biora, merupakan Biodegradable Foam yang terbuat dari serat eceng gondok dan pati kacang hijau, bertujuan utama untuk mengurangi pencemaran styrofoam atau gabus sintetis dan limbah eceng di Yogyakarta.
Mereka adalah Ellya Deviana Dan Meilani Ning Uswatun Hasanah dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Anang Nur Makruf dari Prodi Pendidikan Ekonomi, Bernadeta Putri Dewandaru dari Prodi Pendidikan Tata Boga dan Rakha Wijaya Pramadan dari Prodi Pendidikan Akuntansi.
Dilatarbelakangi oleh meluasnya masalah sampah styrofoam di Yogyakarta, tim mahasiswa UNY terinspirasi untuk menciptakan alternatif ramah lingkungan yang dapat menggantikan penggunaan bahan berbahaya tersebut.
"Kami melihat bahwa banyaknya sampah gabus sintetis yang sulit terurai di lingkungan menjadi masalah serius, dan ini mengilhami kami untuk menciptakan solusi yang lebih baik," ujar Ellya Deviana, ketua tim Biora, Kamis (25/7/2024).
Proses pengembangan Biora dimulai dari tahap persiapan bahan baku, yang utamanya adalah pati kacang hijau dan serat eceng gondok.
Bahan-bahan ini diperoleh dari petani lokal di daerah Gunung Kidul, DIY, Yogyakarta, dengan memastikan kualitas dan keamanannya.
"Kami melakukan produksi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu empat bulan, dengan setiap produksi menghasilkan 300 buah produk Biora,” tambah Ellya.
Produk ini kemudian dipasarkan kepada konsumen dengan proses evaluasi teratur untuk memastikan kualitas dan keefektivitasan sesuai dengan target yang ditetapkan.
Biora hadir dalam variasi bentuk dan ukuran, seperti Biora box sekat dan Biora tabung, yang mampu mengemas makanan panas, dingin, organik, dan berkuah dengan aman dan efisien.
"Kami menggunakan eco-friendly berupa paper bag untuk mengemas produk ini, yang mendukung visi kami dalam mengurangi jejak karbon," jelas Meilani sebagai Kontrol Produk Biora.
Baca juga: Inovasi Mahasiswa UNY, Buat Sabun dari Limbah Bonggol Jagung dan Aloe Vera
Salah satu keunggulan utama Biora adalah bahan dasarnya yang terbuat dari pati kacang hijau dan serat eceng gondok.
"Produk ini biodegradable dan mudah diuraikan oleh alam, yang secara signifikan mengurangi dampak lingkungan dibandingkan dengan produk styrofoam konvensional," sambung Putri selaku Memonitoring Program dan Administrasi Tim Biora.
Tim Biora menghadapi sejumlah tantangan signifikan selama proses pengembangan produk ini, terutama terkait dengan pemilihan dan pengolahan bahan baku.
"Kami harus memastikan bahwa pati kacang hijau dan serat eceng gondok yang kami gunakan memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ketat," ungkap Anang selaku Pelaporan Keuangan dan Anggaran Tim BIORA.
Hal ini mencakup proses pemilihan kacang hijau yang bebas dari kerusakan fisik dan bahan kimia berbahaya serta pemanenan eceng gondok yang tepat waktu untuk memastikan kualitas serat yang baik.
Biora diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan pasar yang dituju, terutama dalam upaya untuk memperkenalkan solusi kemasan ramah lingkungan yang lebih berkelanjutan.
"Kami berharap dapat menjalin kerjasama dengan industri makanan sebagai supplier kemasan produk mereka," lanjut Rakha sebagai Koordinator Pemasaran Penjualan produk Biora.
Dalam konteks kewirausahaan, tim Biora memiliki tujuan jangka pendek untuk memproduksi dan memasarkan produk sesuai dengan rencana, serta mendaftarkan izin paten sederhana dan merek dagang dalam setahun pertama.
"Kami juga akan mengembangkan saluran penjualan secara online dan offline untuk mencapai lebih banyak konsumen," jelas Rakha.
Strategi pemasaran Biora mencakup penggunaan kemasan yang informatif dengan eco friendly, serta promosi melalui berbagai platform online seperti Instagram, Tiktok, Facebook, dan Youtube.
"Kami juga akan berpartisipasi dalam pameran dan event bisnis lokal untuk memperluas jangkauan pasar kami," tambah Putri.
“Biora bukan hanya sekadar produk, tetapi sebuah inisiatif untuk merubah tren masyarakat dari penggunaan styrofoam konvensional menjadi biodegradable foam yang lebih ramah lingkungan," tegas Meilani.
Produk ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan sekitar.
Tim Biora juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam pengembangan produk ini, dengan rencana untuk menggencarkan produk ke pasar nasional dan mendapatkan sertifikasi lingkungan serta standar kualitas untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. (*)
| UNY Telusuri Dugaan Alumni Lakukan Riset Palsu di Konferensi Internasional |
|
|---|
| Arya Adrean Pecahkan Rekor Nasional dan Lampaui Rekor SEA Games, Akuatik DIY Beri Bonus Rp20 Juta |
|
|---|
| UNY Siap Kelola SPPG Jika Diberi Amanah, Ini Alasan Rektor |
|
|---|
| Pemindahan Vokasi UNY Wates Bisa Batal, Syaratnya: Kulon Progo Dukung Pengadaan lahan Pengembangan |
|
|---|
| UNY Tunda Pemindahan Prodi Kampus Wates, Pertimbangkan Keluhan Warga dan Jaga Kualitas Akademik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mahasiswa-UNY-menciptakan-Biora.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.