Ribuan Driver Ojol di Jogja Dilatih Skill Pertolongan Pertama Korban Laka Lantas 

Ditlantas membekali para driver ojol dengan keahlian pertolongan pertama korban kecelakaan lalulintas. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan, ketika membuka program pelatihan penanganan pertolongan pertama korban kecelakaan lalulintas di Ditlantas Polda DIY 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jumlah driver ojek online (ojol) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cukup banyak. Mereka kerap kali menjadi orang pertama yang menjumpai langsung peristiwa kecelakaan lalulintas di jalan raya.

Pertolongan pertama yang benar, bagi korban kecelakaan sangat penting untuk mengurangi resiko fatalitas.

Sebab itu, Polda DIY melalui Direktorat Lalulintas (Ditlantas) membekali para driver ojol dengan keahlian pertolongan pertama korban kecelakaan lalulintas. 

Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan pelatihan penanganan dan pertolongan pertama bagi korban kecelakaan lalulintas ini merupakan bagian dari upaya kuratif dari Kepolisian.

Tujuannya agar teman-teman ojek online, sebagai garda depan yang menolong korban kecelakaan, memiliki kemampuan bantuan hidup dasar (BHD). 

"Setidaknya ketika mengangkat (korban kecelakaan lalulintas) tidak salah. Bukan hanya pertolongan korban kecelakaan lalulintas yang diajarkan, termasuk ketika tiba-tiba ada yang pingsan. Karena pingsan masih bernafas dengan tidak ada nafasnya itu berbeda penanganan," kata Kapolda, Jumat (19/7/2024). 

Pertolongan pertama dalam kondisi darurat ini menjadi skill yang penting. Mengingat penanganan pertolongan pertama ini sangat menentukan kondisi fatalitas.

Sebab jika tidak tahu penanganan, sering kali di masyarakat pertolongan pertama menggunakan cara yang sama. Yaitu dengan cara ditepuk-tepuk dan diberi teh manis.

Padahal dalam kondisi tertentu, hal tersebut di kesehatan mungkin dapat memburuk kondisi. 

"Nah penanganan pertolongan pertama ini yang akan kami edukasi. Harapannya, pengetahuan BHD ini menjadi skill dasar masyarakat Jogja," katanya. 

"Di mana masyarakat Jogja secara umum adalah masyarakat yang menerima banyak pendatang. Sehingga siapapun yang datang ke Jogja, merasa aman. Bukan hanya aman dari sisi kriminalitas, tapi juga aman ketika terjadi apa-apa di jalan. Karena rata-rata masyarakat Jogja itu mengerti tentang penanganan pertolongan pertama bantuan hidup dasar," imbuh Kapolda. 

Baca juga: Ditlantas Polda DIY Gelar Pelatihan BHD bagi Personel Satgas Operasi Patuh Progo 2024

Ada 3 ribu mitra driver ojol di Yogyakarta yang bakal mendapatkan pelatihan ini. Kegiatan pelatihan dikemas dalam program sarapan pagi sambil berlatih.

Pelaksanaannya dilakukan secara bergelombang dengan kapasitas 50 driver per hari. Program yang baru pertama dilaksanakan di DIY ini mulai berjalan hari ini hingga nanti bulan Oktober mendatang. 

Program ini juga mengajak para driver ojol untuk menabung kebaikan. Para driver akan difasilitasi penyangga leher untuk membantu korban kecelakaan.

Mereka yang menggunakan skillnya untuk membantu sesama di jalan maka akan menjadi catatan baik Kepolisian.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved