Berita DI Yogyakarta Hari Ini

DIY Panen Raya Bawang Merah Glowing dari Lahan 125 Hektar di Bantul

Petani di Bantul kembali merayakan panen raya bawang merah glowing di lahan seluas 125 hektar di Selopamioro, Bantul . 

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Pemda DIY
Panen raya bawang merah glowing di Bulak Kopen, Nawungan 1, Selopamioro, Bantul, Selasa (16/7/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM - Petani di Bantul kembali merayakan panen raya bawang merah glowing di lahan seluas 125 hektar di Selopamioro, Bantul

Bawang merah merupakan komoditas utama dalam sektor pertanian di Bantul

Panen raya ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, dan RCEO RO BRI, John Sarjono pada hari Selasa (16/07), di Bulak Kopen, Nawungan 1, Selopamioro, Bantul

Bersamaan dengan panen raya, diluncurkan pula Program Pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di desa Nawungan tersebut.

Beny Suharsono mengatakan bahwa panen raya bawang merah glowing, yang merupakan akronim dari gede, original, berwawasan lingkungan, ini bukan sekadar kegiatan pertanian biasa, tetapi juga simbol kerja keras dan inovasi dalam sektor pertanian desa. 

"Bawang merah glowing, dengan keunggulannya yang khas, telah menjadi perhatian dalam upaya diversifikasi produk pertanian di daerah kita. Berkat peran serta para petani, yang gigih dan dukungan dari berbagai pihak, hari ini kita bisa ambil bagian dalam panen raya ini," kata Beny. 

Panen raya bawang merah glowing ini juga memberikan pelajaran berharga, mengenai pentingnya integrasi kemajuan teknologi keuangan dan sektor pertanian. 

Penggunaan teknologi dalam manajemen keuangan dan pemasaran hasil pertanian, dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing petani, serta membuka peluang akses pasar yang lebih luas.

Baca juga: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih Ikut Panen Raya Bawang Merah Glowing di Selopamioro

Beny mengatakan, sektor pertanian sangat perlu didukung oleh literasi keuangan.

EKI dapat menjadi salah satu upaya nyata mendorong literasi dimaksud.

Sekaligus juga satu lagi upaya, dalam penguatan masyarakat yang lebih inklusif secara keuangan. 

EKI memberi perhatian khusus kepada level Desa. Harapannya, setiap individu, terutama di tingkat desa, memiliki akses dan pemahaman yang memadai terhadap produk keuangan digital serta manfaatnya. 

Desa EKI, bukan hanya memudahkan transaksi harian, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih baik. 

Meningkatkan efisiensi usaha kecil dan menengah, serta membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dari bawah ke atas. 

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, peluncuran Desa EKI ini berarti bahwa petani pun sudah menggunakan sistem keuangan yang bankable. 

Mereka melek literasi keuangan, sehingga memudahkan aktivitas bisnis ekonomi para petani.

Petani juga diharuskan punya rekening tabungan, yang akan mempermudah transaksi dengan mitra-mitra dagangnya. 

"Nawungan ini adalah salah satu sentral bawang merah Bantul yang sangat bagus. Komoditinya unggulan seperti yang anda lihat. Ini bawangnya bagus sekali lho, istilahnya bawang merah glowing dan ini kalau digoreng enak sekali," jelas Halim. 

Melihat perkembangan ini, semakin meneguhkan Bantul sebagai supplier bawang merah terbesar di DIY. 

Untuk itu Halim menegaskan akan meningkatkan kualitas petani, baik dari sisi budidaya bawang merah maupun sampai pemasarannya. 

Bahkan, petani juga sudah mulai mengasuransikan tanaman budidayanya. 

Momentum ini diharapkan mampu mengubah wajah pembangunan ekonomi di desa-desa. 

Masa depan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat desa adalah sesuatu yang bisa diwujudkan bersama. 

Keberhasilan Desa EKI tidak hanya akan diukur dari output, melainkan dari bagaimana outcomenya.

Juga dilihat dari sejauh mana dampak positifnya bagi kualitas hidup masyarakat desa. 

"Saya percaya, dengan kombinasi antara inovasi di sektor pertanian dan penerapan literasi keuangan yang baik, kita dapat menciptakan ekosistem yang lebih dinamis dan inklusif bagi masyarakat desa. Melalui upaya ini, kita tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal secara keseluruhan," tandas Beny. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved