Kisah Inspiratif

Warga Kota Yogya ini Sukses Olah 500 Kilogram Sampah per Hari Lewat Budidaya Maggot

Budidaya maggot ditempuhnya sejak kisaran satu tahun terakhir, ketika Kota Yogyakarta mulai mendapat stempel darurat sampah.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Azka Ramadhan
Pj Wali Kota Yogya, Sugeng Purwanto, saat menyambangi lokasi pengolahan sampah organik yang digulirkan Maggot Ndalem Sawo, di Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kamis (11/7/24). 

Ia memaparkan, maggot yang dihasilkan dari proses budidaya itu dapat dimanfaatkan untuk pakan lele dan ayam, yang kotorannya kemudian diolah lagi menjadi kompos bagi tanaman sayur-mayurnya.

Hasil panen dari rantai pengolahan sampah tersebut, bisa dimanfaarkan oleh warga masyarakat yang turut berpartisipasi aktif di Maggot Ndalem Sawo.

"Tapi, belum semua warga menyadari pentingnya memilah sampah, masih berpikir sampah itu tinggal bayar dan buang, selesai. Padahal kalau dipilah, bisa dialokasikan ke sini organiknya," katanya.

Akan terapi, ia menyadari, untuk menyadarkan warga masyarakat memang dibutuhkan proses panjang dan tak bisa terealisasi satu atau dua tahun saja.

Oleh sebab itu, Agung pun berkomitmen membantu tugas Pemkot Yogya, untuk ikut serta memberikan edukasi pada penduduk di sekitarnya, bahwa sampah bisa memberikan manfaat luar biasa besar.

"Harapannya, masyarakat paham dan bersedia memilah sampah secara berkelanjutan, agar limbah itu bisa dikelola sendiri, di lingkungan satu kelurahan saja, kita selesaikan sendiri bisa," jelasnya. 

Sementara, Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto, menandaskan, bahwa pengolahan sampah yang dilakukan Maggot Ndalem Sawo ini bisa menjadi percontohan untuk wilayah lain.

Menurutnya, apa yang dihasilkan oleh Maggot Ndalem Sawo dapat membuka mata publik, mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya, termasuk rumah tangga.

"Ini bisa menjadi peluang bisnis. Hasilnya, sampah rumah tangga bisa termanfaatkan dan tidak menjadi problematika, khususnya di skala kecil atau wilayah," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved