Pemkot Yogyakarta dan Pertamina Retail Bersinergi Realisasikan Creative Hub untuk Difabel
Pth Direktur PT Pertamina Retail, Muhammad Fitrawan, menuturkan SPBU Sahabat Disabilitas di Kota Yogya ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta dan PT Pertamina Retail menjalin sinergi, dengan merealisasikan sebuah creative hub untuk kalangan disabilitas.
Creative hub tersebut direalisasikan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) COCO Lempuyangan, di Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Pth Direktur PT Pertamina Retail, Muhammad Fitrawan, menuturkan SPBU Sahabat Disabilitas di Kota Yogya ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Beragam fasilitas pun disediakan di sana, mulai dari galeri batik karya penyandang disabilitas, hingga tempat penyewaan dan servis kursi roda.
"Ada beberapa komunitas yang kami libatkan di sini, dari Difabel Zone dan Srikandi Patra. Ke depan, akan lebih banyak lagi komunitas di Yogyakarta yang kita kolaborasikan," tandasnya.
Benar saja, di salah satu ruangan di sudut SPBU itu, deretan pembatik berkebutuhan khusus tampak asyik berkarya sekaligus memajang produknya.
Kain batik beragam motif pun disulap menjadi aneka pakaian, tas, dompet, hingga pernak-pernik lainnya yang menonjolkan kekhasan Yogyakarta.
"Teman-teman Difabel Zone ini memang perajin batik, sehingga di sini kami fasilitasi galeri untuk berkarya dan memasarkan produk," ungkapnya.
Baca juga: 9 Siswa Disabilitas yang Terlempar dari PPDB SMP Kota Yogya Bersedia Disalurkan ke Sekolah Swasta
Di samping itu, SPBU Sahabat Disabilitas juga memfasilitasi penyewaan sekaligus servis kursi roda yang bisa diakses masyarakat umum.
Menurutnya, fasilitasi itu digulirkan karena selama ini banyak kursi roda yang ditinggalkan atau bahkan dibuang ketika mengalami sedikit kerusakan.
"Kebutuhan kursi roda itu kan krusial, jadi jangan sampai hanya karena rusak sedikit terus tidak bisa digunakan. Nanti, yang mengelola teman-teman disabilitas juga," terangnya.
Sementara, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogya, Maryustion Tonang, berujar sinergitas tersebut selaras dengan amanat Perda No 4 Tahun 2019 tentang pemenuhan dan perlindungan hak-hak kaum disabilitas.
Dalam payung hukum itu, mencakup tiga unsur, meliputi jaminan dan perlindungan sosial, pemberdayaan, serta rehabilitasi disabiilitas.
"Sinergi ini terkait aspek pemberdayaan, bagaimana kaum disabilitas bisa tetap eksis dan produktif. Tempat ini menjadi wahana publikasi dan promosi produk-produk disabilitas pada publik," ujarnya.
Maryustion memaparkan, di Kota Yogyakarta sejauh ini tercatat ada 3.115 difabel, baik fisik, motorik, mental dan lain-lain, yang harus mendapat perhatian.
Pemkot Yogyakarta Bangun Sistem Satu Data, Intervensi Program Lebih Tepat Sasaran |
![]() |
---|
Dana Transfer Daerah 2026 Berpotensi Dipangkas Rp200 Miliar, Wali Kota Yogyakarta: Ada Refocusing |
![]() |
---|
Jadi Tuan Rumah Forum Smart City Nasional 2025, Kota Yogyakarta Dorong Realisasi Program Satu Data |
![]() |
---|
Bupati Magelang Grengseng Pamuji Dukung Program Difabel Produktif |
![]() |
---|
Pemkot Yogyakarta Optimis Paket Strategis 2025 Bisa Diselesaikan Tepat Waktu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.