36 Sekolah di Kecamatan Banyumas jadi Pilot Project Program Susu Gratis

Total ada 36 sekolah yang akan menjadi pilot project program unggulan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
PEMKAB BANYUMAS
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nasrullah, saat sosialisasi gerakan minum susu bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Pendopo Kecamatan Banyumas, Kamis (11/7/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANYUMAS - Pemerintah akan mulai melakukan ujicoba penerapan program susu gratis di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas mulai Agustus hingga Desember mendatang.

Total ada 36 sekolah yang akan menjadi pilot project program unggulan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tersebut.

Sekolah yang akan menjadi pilot project program susu gratis ini terdiri dari 34 Sekolah Dasar (SD) dan 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Kecamatan Banyumas ini menjadi uji coba penerapan susu gratis pertama di Tanah Air.

Dikutip dari Tribun Jateng, penetapan Kecamatan Banyumas sebagai lokasi pilot project penerapan susu gratis ini dibenarkan oleh Kementrian Pertanian.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengatakan ujicoba di Kecamatan Banyumas ini merupakan yang pertama di Tanah Air.

"Ini adalah uji coba pertama di Indonesia."

"Insya Allah kami akan memulai uji coba gerakan minum susu untuk siswa SD dan MI di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah seperti dilansir dari TribunSolo.com, Jumat (12/72024).

Baca juga: Hari Koperasi Ke-77, Sekda DIY: Kekuatan Lokal untuk Menggerakkan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Nasrullah mengatakan, salah satu program utama Presiden dan Wakil Presiden terpilih adalah gerakan minum susu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara alasan dipilihnya Banyumas karena di daerah tersebut ada Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden yang memiliki peternakan sapi perah.

"Seluruh susu yang diproduksi dari Baturraden sudah bersertifikat halal, memiliki jaminan keamanan dari Badan POM, serta Nomor Kontrol Veteriner, sehingga aman dari sisi produk," jelas Nasrullah.

Di sisi lain, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian mengatakan, sesuai arahan Mentan Andi Amran Sulaiman, percontohan harus menggunakan sumber produksi susu yang tersedia di dalam negeri.

Sam Herodian menyebut, program minum susu ini merupakan program mendasar Presiden terpilih.

"Kami ingin mewariskan generasi muda yang sehat untuk mewujudkan Indonesia Emas yang tangguh dan berdaya saing pada Tahun 2045."

"Dalam uji coba ini, kami ingin mengenalkan susu murni yang sehat," ujar Sam Herodian. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved