Mengenal Prof Zwierzycki, Geolog Polandia yang Berjasa Besar bagi Indonesia
Profesor Zwierzycki lahir di kota kecil di Polandia dan pindah selama 24 tahun ke Jawa, Papua dan Sumatra untuk memetakan sumber daya alam
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polandia dan Indonesia ternyata memiliki hubungan yang sangat erat. Bahkan salah satu warga negaranya berkontribusi besar dalam pemetaan geologi di Indonesia. Dia adalah Profesor Jozef Zwierzycki.
Kisah hidup Zwierzycki ini dituangkan dalam sebuah biografi yang kemudian diubah dalam kemasan komik menarik, hasil kerjasama Kedutaan Besar Polandia untuk Indonesia di Jakarta, dengan Institut Teknologi Bandung.
Buku ini merupakan satu di antara dua buku yang diserahkan Wakil Kepala Misi Kedubes Polandia, Piotr Firlus saat berkunjung ke Perpustakaan Kota Yogyakarta dan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada pada Senin, (8/7/2024) kemarin.
Dalam paparannya, dia menceritakan bahwa Profesor Zwierzycki lahir di kota kecil di Polandia dan pindah selama 24 tahun ke Jawa, Papua dan Sumatra untuk memetakan sumber daya alam. Dia kemudian pindah ke Warsawa untuk menyelamatkan diri dari kekejaman Perang Dunia Kedua. Terakhir, Profesor Zwierzycki pindah ke Wrocław dan berhasil menemukan deposit tembaga yang sangat besar di Polandia.
Sementara itu berdasarkan penelusuran, disebutkan bahwa Prof Zwierzycki merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah pemetaan geologi di Indonesia. Karya dan dedikasinya selama awal abad ke-20 memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman geologi di nusantara, khususnya di wilayah Papua dan Kalimantan.
Jozef Zwierzycki, lahir pada 12 Maret 1888 di Krobi, yang saat itu berada di bawah kontrol Prusia (Jerman), ia menempuh pendidikan di Leipzig, Munich, dan Berlin, memperoleh gelar doktor geologi dari Universitas Humboldt di Berlin pada 1913. Pada awal 1914, ia lulus sebagai insinyur pertambangan dari Akademi Pertambangan Berlin.
Pada Agustus 1914, Zwierzycki tiba di Jawa untuk bergabung dengan Dienst van het Mijnwezen atau Dinas Pertambangan di Hindia Belanda sebagai 'Geolog Sementara'. Selama masa awal ini, ia menghindari wajib militer di Eropa saat Perang Dunia I. Antara 1914 dan 1933, Zwierzycki menghabiskan sebagian besar waktunya di Indonesia, melakukan pemetaan geologi dan evaluasi sumber daya di Sumatra, Jawa, dan Papua. Dia adalah salah satu non-Belanda pertama yang menjadi karyawan tetap di Mijnwezen pada tahun 1922.
Selama kariernya, Zwierzycki memimpin berbagai proyek geologi penting di Indonesia. Dari 1914 hingga 1919, ia memetakan dan mengeksplorasi Sumatra Utara, yang saat itu sebagian besar belum dipetakan dan tidak berada di bawah kendali pemerintah. Proyek pemetaan di Papua pada 1920-1922 menjadi salah satu pencapaian besar lainnya, meskipun tidak menemukan akumulasi minyak bumi komersial.
Di Sulawesi Timur pada 1924, dia mengevaluasi formasi aspal di Pulau Buton. Pada 1925, ia memimpin ekspedisi paleobotani ke Sumatra Barat yang penuh tantangan, tetapi berhasil mengumpulkan fosil tumbuhan dari zaman Permian Awal.
Zwierzycki juga berkontribusi pada model tektonik nappe Sumatra, yang diterima oleh banyak ilmuwan pada zamannya meskipun kemudian ditinjau ulang oleh beberapa peneliti. Selain itu, ia menerbitkan peta geologi penting Hindia Belanda antara 1922 dan 1930, dan memimpin proyek pemetaan sistematis Sumatra hingga 1932.
Pada 1935, Zwierzycki diangkat sebagai Kepala Departemen Survei Geologi di Bandung. Selanjutnya pada akhir 1937, Zwierzycki menerima tawaran untuk menjadi Kepala Divisi Minyak dan Garam di Institut Geologi Polandia di Warsawa dan pensiun dari Mijnwezen pada awal 1938.
Kembali ke Polandia pada 1938, Zwierzycki bekerja di zona Sudeten. Perang Dunia II membawa kesulitan baru bagi Zwierzycki. Ia ditangkap Gestapo pada 1941 dan dipenjara di kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau hingga 1942. Dengan bantuan Dr. Alfred Bentz, ia dipindahkan ke Berlin untuk bekerja sebagai penerjemah. Pada 1944, ia berhasil melarikan diri ke Krakow dan bersembunyi hingga akhir perang.
Setelah perang, Zwierzycki membantu membangun kembali pendidikan geologi di Universitas Wroclaw dan menemukan deposit tembaga penting di Polandia pada 1953. Ia pensiun pada 1960 dan meninggal pada 1961 di Wroclaw.
Zwierzycki dikenang sebagai pahlawan di Polandia, dengan berbagai penghargaan dan monumen didedikasikan untuknya, termasuk medali yang dianugerahkan kepada siswa terbaik di Institut Ilmu Geologi di Wroclaw dan perangko pos yang diterbitkan pada tahun 2000. (*)
| Pesawat Pengintai Rusia Terbang di Atas Laut Baltik, Polandia Langsung Kirimkan Jet Tempur |
|
|---|
| Diterima Sri Sultan HB X, Delegasi Polandia Tawarkan Kerja Sama Pengembangan Bahasa dan Pendidikan |
|
|---|
| Elon Musk dan Menlu Amerika Serikat Ribut Dengan Pejabat NATO Asal Polandia |
|
|---|
| Polandia Berniat Tembak Jatuh Rudal Rusia, NATO Menolak, AS Pikir-Pikir |
|
|---|
| Takut Putin Ngamuk, Polandia Ogah Bantu Ukraina Tembak Rudal Rusia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Prof-Zwierzycki-saat-melakukan-pemetaan-di-Jawa-Timur.jpg)