Manfaatkan Lahan Pekarangan, Petani di Gunungkidul Ini Raup Untung Besar
Seorang petani cabai di Gunungkidul sukses membudidayakan cabai keriting di pekarangan rumahnya
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Memanfaatkan lahan pekarangan rumah, seorang petani di Dusun Gondang, Duwet, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, berhasil memanen cabai hingga ratusan kilogram.
Adapun, tanaman cabai tersebut ditanam di lahan seluas 500 meter persegi dengan kurang lebih 1000 batang pohon.
Jenis cabai yang ditanam berupa cabai keriting. Saat ini sudah berumur kurang lebih 50 hari setelah tanam, dan sudah mulai berbuah.
Suparno mengatakan, pada petik pertama menghasilkan kurang lebih 38 kg dengan harga Rp22 ribu per kg atau sekitar Rp800 ribu.
Kemudian, pada panen kedua mendapatkan 160 kilogram dengan harga Rp10 ribu per kilogram.
"Kalau ditotal bisa panen sampai 12 kali dengan hasil mencapai 200 kilogram-an,"ujarnya, Senin (8/7/2024).
Baca juga: Ayam Ingkung, Tradisi Kuliner Jawa yang Kaya Makna
Dia menuturkan, tanaman cabai miliknya tumbuh subur karena dirinya memang menggunakan pupuk kompos yang cukup.
Kompos itu dibuatnya dari kotoran ayam yang dipeliharanya.
"Selain itu juga pemberian pupuk NPK cair, setelah petik setiap minggunya sehingga merangsang pembuahan cabai berikutnya, serta yang tidak kalah pentingnya adanya sumber air yang cukup,"paparnya.
Sementara itu, Sub Koordinator Substansi Sarana Prasarana Tanaman Perkebunan dan Hortikultura, Eni Wijayanah menambahkan perkembangan budidaya hortikultura di Gunungkidul meski terdampak el nino di awal tahun namun komoditas ini masih menjadi andalan.
Tercatat pada tahun 2024 sampai dengan bulan Mei 2024 produksi cabai besar dan keriting di Gunungkidul mencapai 910 kuintal.
"Produktivitas hasil pertanian cabai masih sangat baik,"paparnya.
Ia menerangkan, untuk meningkatkan hasil produksi tanaman cabai pihaknya pun membagikan beberapa benih kepada kelompok tani di wilayahnya.
"Kami membagikan beberapa benih cabai salah satunya Poktan tempat tinggal Pak Suparno ini, Poktan Sedyo Rukun,"urainya. (ndg)
| Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi |
|
|---|
| Tanjakan Clongop Kembali Longsor, Batu Seukuran Mobil Tutupi Badan Jalan Utama Gedangsari-Klaten |
|
|---|
| Target 93 Ribu, Realisasi 210 Ribu! Kunjungan Wisatawan Capai 225 Persen dari Proyeksi |
|
|---|
| Kronologi Lengkap Pemancing Warga Sleman Hilang di Tebing Grendan Gunungkidul |
|
|---|
| Harga Cabai dan Bawang Merah di Bantul Naik, Rawit Merah Tembus Rp87 Ribu per Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Manfaatkan-Lahan-Pekarangan-Petani-Gunungkidul-Ini-Panen-Hingga-Ratusan-KilogramCabai.jpg)