Waspada Sengatan Ubur-ubur di Kawasan Pantai Selatan Bantul, Ini Imbauan Dinas Pariwisata

Saat ini banyak ubur-ubur yang bermunculan di kaawasan pantai selatan Bantul, terutama di Pantai Parangtritis.

TRIBUNJOGJA.COM/ Dok. SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III
Potret ubur-ubur blue bottle yang kerap muncul di Pantai Parangtritis. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi, mengimbau kepada wisatawan untuk tetap berhati-hati saat berada di pantai selatan Kabupaten Bantul.

Pasalnya, saat ini banyak ubur-ubur yang bermunculan di pantai selatan, terutama di Pantai Parangtritis.

"Ubur-ubur itu kan muncul pada saat musim dingin. Jadi, karena hewan itu muncul secara musiman, maka wisatawan perlu hati-hati dan memperhatikan kondisi saat sedang berada di area pantai," katanya kepada Tribunjogja.com, Jumat (5/7/2024).

Ditambahkan, wisatawan juga perlu mengindahkan arahan dari para petugas keamanan yang berada di wilayah pantai.

Sebab, ubur-ubur yang menyengat manusia dapat menyebabkan panas pada bekas sengatan tersebut.

"Kami akan berkoordinasi dengan teman-teman yang di lapangan untuk melihat kondisi yang sedang terjadi," jelas dia.

Baca juga: Puluhan Wisatawan Dilaporkan Tersengat Ubur-ubur di Pantai Parangtritis Bantul dalam 2 Hari Terakhir

Pihaknya pun berencana memperluas penyebaran informasi terkait maraknya ubur-ubur yang bermunculan di sejumlah pantai selatan Bantul.

Meski begitu, wisatawan tidak perlu panik dan takut saat berada di area pantai.

Sebab, apabila terkena sengatan ubur-ubur, wisatawan cukup mengolesi area sengatan tersebut dengan air cuka.

Dengan begitu, ubur-ubur dapat lepas dari tubuh wisatawan. 

Tidak hanya soal ubur-ubur, wisatawan di seluruh pantai selatan Kabupaten Bantul juga diimbau untuk memathui aturan menjauhi area palung laut.

"Saat ini sedang musim libur anak sekolah. Jadi, kami harap, para orang tua juga sebisa mungkin memberikan edukasi kepada anak-anak terkait ubur-ubur dan palung laut. Sebab, bermain air di palung laut itu juga berbahaya dan berpotensi terseret arus ombak laut," tutup dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved