Dinkes Bantul Bakal Lakukan Imunisasi JE dan PIN Polio pada Anak
Walau sejauh ini belum ditemukan kasus JE dan Polio di Kabupaten Bantul, namun imunisasi tersebut tetap penting untuk dilakukan.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul bakal melakukan imunisasi Japanese Encephalitis (JE) dan pekan imunisasi nasional (PIN) Polio untuk ratusan ribu anak.
Plh Kepala Dinkes Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso atau yang kerap disapa Oki, mengatakan walau sejauh ini belum ditemukan kasus JE dan Polio di Kabupaten Bantul, namun imunisasi tersebut tetap penting untuk dilakukan.
"Sebab, imunisasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan atau menimbulkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Jadi, ketika seseorang tersebut terpapar dengan suatu penyakit, hanya mengalami gejala ringan," tuturnya saat melaksanakan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi JE dan PIN Polio di Grand Rohan, Kamis (4/7/2024).
Ditambahkan, imunisasi JE diberikan untuk mencegah penyakit radang otak yang disebarkan oleh virus JE dan ditularkan oleh nyamuk.
Bahkan, itu menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia.
Sedangkan, PIN Polio dilakukan untuk mencegah kasus Polio dengan memutus transmisi virus Polio.
"Imunisasi itu kami lakukan juga berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan," jelasnya.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bantul, Samsu Aryanto, berujar, imunisasi JE akan dilaksanakan di pos-pos imunisasi yang telah disiapkan oleh masing-masing Puskesmas pada 3 September sampai 31 Oktober 2024.
"Sasarannya adalah kelompok anak berusia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun, dengan estimasi sasaran sejumlah 205.078 anak," paparnya.
Baca juga: Pupuk Sampah yang Belum Terolah Maksimal Kini Ditimbun Oleh Pemkab Bantul
Lalu, untuk PIN Polio dilaksanakan dengan dua putaran.
Di mana, pada putaran pertama akan dilakukan pada 23-29 Juli 2024 dan untuk sweeping PIN Polio dilaksanakan pada 30 Juli-3 Agustus 2024.
Selanjutnya, putaran kedua dimulai pada 6-12 Agustus 2024 dan untuk sweeping PIN Polio dilaksanakan pada 13-17 Agustus 2024.
"Sasaran PIN Polio adalah seluruh anak usia 0 - 7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Target sasarannya, sejumlah 95 persen untuk masing-masing putaran," tutur dia.
Adapun jumlah penerima PIN Polio tersebut sejumlah 104.000 anak pada putaran pertama dan 104.000 anak para putaran kedua.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, berujar pemberian imunisasi itu bermuara pada kesehatan masyarakat dan mewujudkan kecerdasan pada anak-anak di Bumi Projotamansari.
"Semua Pemerintah Kabupaten Bantul harus mewujudkan program ini (imunisasi JE dan PIN Polio) dan meng-MOU-kan dengan lembaga-lembaga terkait demi mewujudkan program dari Kementerian Kesehatan," jelas dia.
Pihaknya berharap, pelaksanaan imunisasi JE dan PIN Polio dapat berjalan dengan lancar dan terdapat jumlah partisipasi tinggi.
Sebab, program itu memiliki jaminan kesehatan yang lebih baik.
"Program itu akan memberikan keamanan, kenyamanan dan jaminan bahwa dengan melaksanakan imunisasi JE dan PIN Polio, tidak lagi kasus JE dan Polio yang menjangkit anak-anak kita," tutupnya.(*)
| Optimalkan Pengolahan Sampah, TPST Modalan Bakal Tambah 7 Alat Baru dan Modifikasi Mesin |
|
|---|
| Modus Tanya Alamat, Orang Tak Dikenal Tipu dan Gasak Uang Rp4,5 Juta Milik Nenek di Bantul |
|
|---|
| Gelombang Pasang Terjang Pantai Depok Bantul, Sejumlah Bangunan Semi Permanen Rusak |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng Premium Naik, DKUKMPP Bantul: Imbas Harga Plastik Nasional |
|
|---|
| Antisipasi Kebakaran saat Musim Kemarau, BPBD Bantul Imbau Warga Tak Bakar Sampah Sembarangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Advokasi-dan-Sosialisasi-Imunisasi-JE-dan-PIN-Polio-Bantul.jpg)