Arti Kata

Apa Itu Khodam, yang Ramai di Media Sosial? Ini Penjelasan dari Budayawan

Khodam juga dipercaya memiliki beragam bentuk yang tak terlihat seperti macan putih, harimau, singa, nenek tua, dan lainnya.

|
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
pixabay
ilustrasi harimau putih 

TRIBUNJOGJA.COM - Media sosial tengah diramaikan dengan permainan cek "khodam" yang bermula dari akun TikTok yang melakukan siaran langsung.

Untuk diketahui, cek khodam tersebut dilakukan dengan cara menyebutkan nama, kemudian host atau pemilik akun akan menyebutkan khodam apa yang dimiliknya.

Fenomena cek khodam tersebut kemudian viral di berbagai media sosial seperti X (Twitter), TikTok, dan Instagram.

Apa itu Khodam?

Dikutip dari kompas.com, Budayawan sekaligus ahli sejarah sekaligus dosen Program Studi Ilmu Sejarah di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tundjung Wahadi Sutirto menjelaskan bahwa istilah khodam merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang artinya pembantu, pengawal, atau penjaga.

Dalam istilah umum, khodam sering dimaknai sebagai sosok penjaga yang tak kasat mata atau gaib yang bisa melindungi seseorang atau pemiliknya.

Sementara itu, dalam khasanah budaya Jawa, pembantu dalam konteks istilah khodam itu disebut dengan prewangan.

"Memang ada kepercayaan di masyarakat tentang khodam itu. Esensinya khodam itu adalah energi yang kemudian divisualisasikan dalam berbagai wujudnya," ujar Tundjung, Sabtu (22/6/2024).

Jadi, dalam pandangan Jawa prewangan itu dianggap sebagai bagian dari harmonisasi tata kehidupan yang purna.

Ia mencontohkan, dalam sebuah keris terdapat khodam yang energinya sesuai dengan nama keris itu. Misalnya, keris dengan dhapur Jalak Kalung Tumpeng, energinya dapat diartikan bahwa siapa pemilik atau pemakai keris jenis itu akan penuh rezeki terus-menerus.

Selain itu, khodam juga dipercaya memiliki beragam bentuk yang tak terlihat seperti macan putih, harimau, singa, nenek tua, dan lainnya.

Baca juga: ARTI MIMPI Menggendong Bayi Menurut Primbon Jawa, Pertanda Keberuntungan

Dipercaya Memiliki Kesaktian

Menurut Tundjung, khodam bisa juga diartikan sebagai piandel atau keunggulan supranatural yang diekspresikan dalam berbagai aktivitas terkait.

"Misalnya, dalam praktik penyembuhan penyakit non medis, seorang yang mengobati dapat memanfaatkan energi khodam untuk membantu proses pengobatan," jelas dia.

Ia menambahkan, terutama dalam konteks kekuasaan Jawa, seorang penguasa dipercaya memiliki khodam yang bisa menjadikan dirinya sakti atau hebat.

Dengan memiliki khodam, kekuasaan yang dipegangnya bisa kuat tanpa rongrongan pihak mana pun.

"Semua itu tergantung dari pengendalian diri penguasa. Jika penguasa itu energinya sudah tidak sejalan dengan khodam yang dimiliki maka energi khodam juga akan hilang," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved