Berita Jogja Hari Ini
Okupansi Hotel Bintang di DI Yogyakarta Capai 60 Persen Selama Libur Iduladha 2024
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat okupansi hotel di DIY selama libur Iduladha periode 15-18 Juni 2024 sekitar 40 persen
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat okupansi hotel di DIY selama libur Iduladha periode 15-18 Juni 2024 sekitar 40 persen untuk hotel non bintang, sementara hotel bintang 60 persen.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan meski secara akumulasi okupansi hotel bintang 60 persen.
Namun okupansi hotel di Kota Yogyakarta mencapai 70-80 persen. Ia menyebut okupansi hotel pada libur Iduladha tahun ini lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Baca juga: Berkah Iduladha 2024, Jasa Penggilingan Daging di Pasar Gedhe Klaten Panen Pesanan
“Kalau dengan Iduladha tahun lalu turun. Tahun lalu okupansi hotel bintang dan non bintang sekitar 70-80 persen,” katanya, Selasa (18/06/2024).
Menurut dia, wisatawan cenderung memilih berada di kampung halamannya, baik untuk penyembelihan hewan kurban, maupun kegiatan lain.
Meski terdapat cuti bersama dan menyebabkan masa liburan lebih panjang, namun saat ini juga dibarengi dengan pendaftaran sekolah.
Dengan demikian, sebagian wisatawan memilih untuk mengalihkan bajet wisata untuk sekolah. Di samping itu, saat ini beberapa daerah masih melarang kegiatan study tour. Sehingga hal tersebut berdampak pada okupansi hotel di DIY.
“Kalau tahun lalu ada selisih sekitar dua minggu, sementara tahun ini kan tidak. Itu yang menyebabkan wisatawan sedikit menahan. Tetapi kondisi ini tidak hanya terjadi di DIY, semua daerah juga mengalami penurunan di libur Iduladha tahun ini,” terangnya.
Kendati demikian, ia tetap optimis okupansi hotel di DIY akan meningkat. Sebab setelah berkegiatan di daerah masing-masing, wisatawan akan mulai liburan.
“Kalau data kami, reservasi sampai akhir Juni bisa 70 persen. Kemungkinan ada kenaikan setelah 20 Juni. Setelah kegiatan di daerahnya selesai, nah dia masih libur. Saat ini masih didominasi wisatawan keluarga dan instansi swasta, dari instansi swasta ini juga mengajak keluarga,” imbuhnya. (maw)
| El Nino Godzilla 2026: BMKG Prediksi Suhu Musim Kemarau Panjang di Yogyakarta |
|
|---|
| Tanggapan Warga Soal Wacana Pembatasan Kendaraan Bermotor di Jeron Beteng Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Hadapi Puncak Musim Penghujan, BPBD Kota Yogyakarta Pantau Sungai 24 Jam |
|
|---|
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-hotel-1.jpg)