Berita Jogja Hari Ini
Masuk Akhir Tahun Ajaran, Pemkot Yogya Ingatkan Guru Tidak Boleh Terima Hadiah dari Wali Murid
Para wali juga diminta tidak perlu memberikan apa-apa untuk tenaga pengajar, karena hal tersebut masuk ranah gratifikasi dan melanggar aturan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki akhir tahun ajaran, Pemkot Yogyakarta mewanti-wanti para guru supaya tidak menerima hadiah apapun dari orang tua murid.
Para wali juga diminta tidak perlu memberikan apa-apa untuk tenaga pengajar, karena hal tersebut masuk ranah gratifikasi dan melanggar aturan perundang-undangan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta , Tyasning Handayani Shanti, mengatakan, bahwa para guru seharusnya memahami aturan itu.
Sebab, sudah ada larangan bagi para guru untuk menerima hadiah, khususnya yang menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Sudah ada aturannya. Tidak boleh menerima hadiah dalam bentuk apapun (dari orang tua atau wali murid). Itu aturan dari pusat," katanya, Selasa (18/6/2024).
Baca juga: Hadiri Perayaan Paskah Lingkup Pemkot Yogya, Ini Pesan Pj Wali Kota
Tyas menandaskan, penerimaan hadiah bagi guru, termasuk bentuk gratifikasi, apapun bentuknya, baik barang atau benda sederhana sekalipun.
Bahkan, meski hadiah yang diberikan orang tua atau wali murid hanya sebatas makanan dan minuman, guru pun tidak boleh mengambilnya.
"Kalau sudah terlanjur menerima dalam bentuk makanan, misalnya, aturannya harus disumbangkan ke lembaga sosial atau panti asuhan. Tidak boleh diterima," terangnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan, selama ini fenomena tersebut memang belum pernah dijumpai di wilayah Kota Yogyakarta, khususnya pada akhir tahun ajaran.
Menurutnya, baik orang tua atau wali murid dan guru sudah sama-sama memahami aturan soal larangan pemberian hadiah itu.
"Karena kebijakannya juga sudah jelas, ASN tidak boleh menerima pemberian apapun yang berkaitan dengan tugasnya," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
| El Nino Godzilla 2026: BMKG Prediksi Suhu Musim Kemarau Panjang di Yogyakarta |
|
|---|
| Tanggapan Warga Soal Wacana Pembatasan Kendaraan Bermotor di Jeron Beteng Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Hadapi Puncak Musim Penghujan, BPBD Kota Yogyakarta Pantau Sungai 24 Jam |
|
|---|
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-guru.jpg)