Berita Jogja Hari Ini
Penggilingan Daging Panen Rezeki Saat Iduladha
Momen Iduladha membawa berkah bagi para pengusaha penggilingan daging. Lonjakan konsumen yang ingin menggiling daging kurban mereka terjadi di berbaga
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Momen Iduladha membawa berkah bagi para pengusaha penggilingan daging.
Lonjakan konsumen yang ingin menggiling daging kurban mereka terjadi di berbagai daerah.
Hal ini dikarenakan banyaknya stok daging kurban di rumah tangga yang kemudian diolah menjadi berbagai macam makanan seperti bakso, rendang, dan sosis.
Para pengusaha penggilingan daging sudah mengantisipasi lonjakan ini dengan melakukan berbagai persiapan, seperti mengecek mesin penggilingan hingga menambah karyawan.
Baca juga: Baznas RI Kumpulkan 5.108 Ekor Hewan Kurban, Bakal Disalurkan ke Wilayah Tertinggal
Hal ini dilakukan karena pada momen Iduladha, pesanan pengolahan daging bisa melonjak hingga 10 kali lipat dibandingkan hari biasa.
Ada beberapa alasan mengapa konsumen memilih untuk menggiling daging kurban mereka.
"Pertama, agar daging kurban lebih awet saat disimpan. Kedua, olahan daging seperti bakso dan rendang dinilai lebih praktis daripada daging segar," terang Yuni, ibu rumah tangga asal Kasihan, Bantul, yang menggunakan jasa penggilingan daging pada momen Idul Adha ini.
Yuni menambahkan, alasan lain ia menggunakan jasa penggilingan daging yakni lantaran ingin mencoba berbagai macam olahan daging kurban.
Sementara itu, salah satu pengusaha penggilingan daging, Budi, menceritakan bahwa ia sampai buka 24 jam pada hari pertama Idul Adha untuk melayani konsumen.
Ia juga menambahkan mesin penggilingan dan mencari karyawan tambahan untuk membantu mengolah daging.
Pengusaha lain, Tyas, juga mengalami peningkatan konsumen saat Idul Adha. Ia mengatakan bahwa tren anak muda yang gemar bakar-bakar daging juga turut mendorong peningkatan permintaan penggilingan daging.
Harga Penggilingan Daging Harga penggilingan daging bervariasi tergantung pada jenis olahan yang diinginkan.
Rata-rata, harga penggilingan daging berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.
"Anak muda sekarang kan banyak yang bakar-bakar daging. Jadi tidak diolah, hanya di-slice saja," ujarnya.
Ditambahkannya, jasa yang ia tawarkan tak hanya mengolah daging menjadi bakso melainkan bisa dijadikan cilok dan berbagai macam olahan daging lain. (HAN)
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
| Operasi Zebra di Yogyakarta Mulai 17-30 November 2025, Pastikan Tidak Langgar 8 Hal Ini |
|
|---|
| Cara Lapor Jika Terjadi Kekerasan Anak dan Perempuan di Yogyakarta, Gratis Bebas Pulsa |
|
|---|
| Kronologi Kasus Dugaan Monopoli BBM oleh Oknum Polairud di Pantai Sadeng Gunungkidul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)