Berita Jogja Hari Ini

Momentum Iduladha dan Liburan Sekolah Bisa Kerek Inflasi Juni 2024

Momentum Iduladha serta libur sekolah diperkirakan bakal mengerek inflasi bulan Juni 2024. Meski begitu, Pengamat Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyak

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Momentum Iduladha serta libur sekolah diperkirakan bakal mengerek inflasi bulan Juni 2024.

Meski begitu, Pengamat Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo menyebut inflasi Juni tidak terlalu dalam.

“Tetapi tidak terjadi deflasi seperti Mei kemarin, namun juga tidak setinggi saat libur Idulfitri pada April kemarin,” katanya, Senin (17/06/2024).

Baca juga: Penggilingan Daging Panen Rezeki Saat Iduladha

Menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, pada bulan Mei 2024 lalu terjadi deflasi 0,08 persen (mtm). Sedangkan pada April lalu, DIY mengalami inflasi 0,09 persen (mtm).

Susilo menerangkan inflasi pada Juni 2024 dipengaruhi oleh kenaikan permintaan dan harga hewan kurban. Ia menilai, meski stok hewan kurban mencukupi, namun harga hewan kurban tetap mengalami kenaikan. Hal itu karena pedagang menerapkan harga psikologis.

“Jadi hukum pasar tidak berlaku. Meskipun pasokan banyak, tetapi secara psikologis harga naik atau dinaikkan oleh penjual, namun konsumen tetap memahami hal itu. Ini fenomena yang biasa terjadi, terjadi juga saat lebaran. Tetapi dampaknya tidak sekuat Idulfitri,” terangnya.

Selain hewan kurban, inflasi Juni diperkirakan didorong oleh permintaan makan minum dan akomodasi. Sebagai kota pariwisata, DIY tentu akan menjadi jujukan wisatawan dalam menghabiskan liburan sekolah.

Tingginya kunjungan wisatawan, bisa saja berdampak pada meningkatnya harga sejumlah komoditas. Tidak hanya pangan, kenaikan tarif transportasi seperti kereta api dan pesawat juga dimungkinkan menyumbang inflasi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim menyebut pengendalian inflasi dilakukan melalui sinergi, koordinasi, dan inovasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY.

Di samping terus melakukan sosialisasi belanja bijak, dan optimalisasi Segoro Amarto sebagai kios referensi harga, pihaknya juga edukasi inflasi kepada masyarakat melalui Mrantasi atau Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi.

“Hal itu sebagai wujud komitmen Bank Indonesia, pemerintah, serta seluruh stakeholder dalam mencapai inflasi 2024 sesuai target sebesar 2,5 persen±1," ujarnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved