Perayaan Santo dan Santa

Santo dan Santa Pelindung Hari ini 30 Mei 2024

Umat Katolik dapat terus berusaha untuk hidup sesuai dengan ajaran dan teladan Kristus, sebagaimana dicontohkan oleh para Santo dan Santa

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
freepik
Ilustrasi Umat Kristiani sedang berdoa 

TRIBUNJOGJA.COM - Perayaan Santo dan Santa Pelindung setiap hari adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan Gereja Katolik.

Ini bukan hanya tentang mengenang orang-orang suci masa lalu, tetapi juga tentang mendapatkan inspirasi, dukungan, dan memperkuat ikatan komunitas iman di masa kini.

Melalui perayaan ini, umat Katolik dapat terus berusaha untuk hidup sesuai dengan ajaran dan teladan Kristus, sebagaimana dicontohkan oleh para Santo dan Santa.

Berikut perayaan Santo dan Santa Pelindung Hari ini 30 Mei 2024 :

1. Santo Feliks I, Paus, Martir dan Pengaku Iman

Feliks dikenal sebagai putra kaisar Konstantianus. Ia lahir di Roma kira-kira pada awal abad ketiga. Kehidupan masa mudanya dan usahanya menghayati iman Kristen tidak banyak diketahui.

Adanya banyak cerita beredar di kalangan orang-orang Kristen tentang dirinya, namun kebenaran cerita itu diragukan. Oleh karena itu, para ahli mengadakan penelitian tentang kehidupan Feliks. 

Feliks menduduki Taktha Santo Petrus sebagai Paus pada tahun 269 dan memimpin Gereja Kristus sampai tahun 274.

Baca juga: Renungan Harian 30 Mei 2024 : Hadapi Hambatan dengan Keyakinan dan Kesiapan

Ia dibunuh pada masa pemerintahan kaisar Aurelianus ketika ada penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Ia dikuburkan pada pemakaman para Paus di kuburan Santo Kallistus di Jalan Apia, Roma. 



2. Santo Baptista Varani OSC Cap, Abbas

Baptista lahir pada tahun 1458. Ia seorang biarawan yang pandai dan dikarunia banyak rahmat mistik.

Pengalaman-pengalaman rohaninya yang dalam diabadikan dalam beberapa buku yang sangat penting bagi peningkatan iman, terutama bagi peningkatan kebaktian terhadap Hati Kudus Yesus.

Pemimpin biara suster-suster Claris di Chiara, Italia ini meninggal dunia pada tahun 1524. 



3. Santo Ferdinandus dari Kastilia, Pengaku Iman

Ferdinandus adalah putra Raja Alfonso dari kerajaan Leon, dan ratu Berengaria dari Kastilia. Ia lahir di sebuah kota dekat Salamanca, Spanyol pada tahun 1199. Ketika berumur 18 tahun, ia diangkat menjadi raja Kastilia.

Kemudian ketika ayahnya Alfonso meninggal dunia pada tahun 1230, Ferdinandus diangkat lagi menjadi raja Leon. Dengan demikian ia menjadi raja yang baik di kerajaan Kastilia maupun di kerajaan Leon. Dia memerintah kedua kerajaan ini sampai hari kematiannya pada tanggal 30 Mei 1252. 



Sebagai raja, Ferdinandus membuktikan dirinya sebagai seorang penguasa yang adil dan bijaksana. Dimasa kepemimpinannya, dua kerajaan yang diwariskan kepadanya oleh kedua orangtuanya digabungkan menjadi satu kerajaan.

Baca juga: Santo dan Santa Pelindung Hari ini 28 Mei 2024

Masa pemerintahannya mempunyai arti yang sangat penting bagi sejarah Spanyol. Ia berusaha sekuat tenaga untuk menyebarkan agama Kristen di seluruh kerajaannya.

Ia terus berjuang mempertahankan tegaknya ajaran iman yang benar terhadap rongrongan bidaah Albigensia. 


Ferdinandus tergolong seorang raja yang beriman teguh. Ia berusaha memajukan perkembangan agama Kristen. Ia mendirikan banyak biara, katedral dan membantu rumah-rumah sakit dengan berbagai pemberian.

Pada tahun 1242 ia mendirikan Universitas Salamanca sebagai pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan. 

Ketika ia meninggal dunia, ia dikuburkan di Katedral Seville dalam pakaian ordo ketiga Santo Fransiskus. Pada kuburnya terjadi banyak mukzijat. Banyak orang menganggap dia sebagai orang Kudus.

Kekudusannya baru diakui Gereja 419 tahun setelah kematiannya oleh Sri Paus Klemens X (1670-1676) pada tahun 1671.




4 Santa Jeanne d’Arc, Pengaku Iman



Jean-nama panggilan Jeanne d’Arc-lahir pada tahun 1412 di Domreni, Prancis. Ayahnya Yakobus Arc dan ibunya Elisabeth mendidik dan membesarkannya menjadi seorang wanita petani yang rajin, peramah dan periang. 


Ketika berusia 13 tahun, Jean merasakan adanya suatu dorongan batin yang kuat untuk melibatkan diri dalam perjuangan menyelamatkan negerinya Perancis dari pendudukan tentara-tentara Inggris.

Setahun kemudian tatkala ia sedang menjaga domba-domba di padang, Jean mengalami suatu penglihatan ajaib. Dari dalam cahaya itu terdengar olehnya suatu cahaya ajaib yang terang benderang.

Dari dalam cahaya itu terdengar suara yang mengatakan suatu saat Jean akan menolong raja untuk menyelamatkan Perancis dari tentara Inggris.

Suara itu juga meyakinkan Jean agar tidak takut dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan.

Ketika Jean berusia 16 tahun, suara ajaib itu didengarnya lagi. Suara itu mengatakan bahwa Dauphin, putra mahkota membutuhkan Jean.

Situasi Perancis saat itu kacau oleh amukan perang dan pendudukan tentara Inggris. Sementara itu, putra mahkota belum dinobatkan menjadi raja.

Setelah menghadapi berbagai ringtangan, Jean akhirnya dapat bertemu denga Dauphin, dan mengatakan tentang Dauphin yang akan dinobatkan menjadi raja dan dirinya yang diutus Tuhan untuk membantu dalam peperangan melawan Inggris.

Baca juga: Santo dan Santa Pelindung Hari ini 29 Mei 2024

Dauphin bersama pengawalnya percaya. Lalu mereka mulai merencanakan siasat peperangan. 

Jean diperlengkapi dengan pakaian perang dan seekor kuda putih. Jean sendiri memendekkan rambutnya agar terlihat seperti seorang pria.

Ia maju berperang dengan menunggangi seekor kuda putih sambil memegang bendera yang bertuliskan semboyan: Yesus-Maria.

Bersama para serdadu Prancis, Jean berhasil memporakporandakan pasukan Inggris di Orleans.

Kemenangan ini memberikan peluang emas untuk menyelenggarakan pesta penobatan Dauphin menjadi Raja. Di Katedral Rheims, Dauphin dinobatkan sebagai raja Prancis dengan gelar Charles VII.

Setelah penobatan itu, Jean memimpin lagi sepasukan tentara Prancis untuk merebut Paris dari tangan tentara Inggris. Tetapi mereka dipukul mundur dan menderita kekalahan besar.

Jean ditangkap dan dibawa ke Inggris. Di sana ia dipenjarakan di istana Rouen selama sembilan bulan. Kemudian ia dihadapkan ke pengadilan Uskup Beauvis dengan tuduhan melakukan praktek sihir dan takhyul.

Dalam persidangan yang berlangsung sebanyak 15 kali, Jean dengan teguh membela diri dan dengan cermelang membantah tuduhan palsu yang dikatakan tentang dirinya. Hingga akhirnya ia dijatuhu hukuman bakar hidup-hidup di hadapan umum.

Jean menemui ajalnya karena keputusan tidak adil dari pengadilan pada tahun 14313 di Rouen.

Ia digelari kudus oleh gereja bukan karena patriotismenya atau keberanian berperang, melainkan karena kesalehan hidupnya dan kesetiannya dalam memenuhi kehendak Tuhan atas dirinya. Ia dihormati sebagai pelindung negeri Prancis.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved