Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 29 Mei 2024: Teramati 7 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya

Gunung Merapi teramati  mengeluarkan 7 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter, Rabu (29/5/2024).

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Almurfi Syofyan
Penampakan Gunung Merapi dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati  mengeluarkan 7 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter, Rabu (29/5/2024).

Hal ini berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pukul 00:00-06:00 WIB.

Cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara 16-20 °C, kelembaban udara 70-99.5 persen, dan tekanan udara 768.5-918 mmHg.

Gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 25 m di atas puncak kawah.

Kegempaan Guguran (Jumlah : 13, Amplitudo : 2-17 mm, Durasi : 31-159.6 detik).

Hybrid/Fase Banyak (Jumlah : 6, Amplitudo : 2-8 mm, S-P : 0.3-0.5 detik, Durasi : 6.2-7.5 detik).

Vulkanik Dangkal (Jumlah : 2, Amplitudo : 34-43 mm, Durasi : 11.1-13 detik).

Tektonik Jauh (Jumlah : 1, Amplitudo : 16 mm, S-P : 19.64 detik, Durasi : 158.9 detik).

TIngkat aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (Kur)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved