Zelensky: Barat Harus Desak Rusia Supaya Mau Gelar Perundingan Damai

Ukraina meminta kepada negara-negara barat segera mendesak Rusia agar melakukan perundingan damai supaya perang bisa segera berakhir.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
YouTube Kepresidenan Ukraina
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky sampaikan pidato di G20 secara daring, Selasa (15/11/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, KYIV - Ukraina meminta kepada negara-negara barat segera mendesak Rusia agar melakukan perundingan damai supaya perang bisa segera berakhir.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin (27/5/2024) dalam jumpa pers bersama dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, dikutip dari AFP pada Selasa (28/5/2024).

Menurut Zelensky negara-negara barat harus mengintensifkan kerja sama untuk mendesak supaya Rusia mau untuk menggelar perundingan perdamaian.

"Kita perlu mengintensifkan kerja sama dengan mitra kita untuk mencapai lebih banyak keamanan dan paksaan nyata Rusia terhadap perdamaian dengan segala cara," kata Zelensky dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, dikutip dari Kompas.com yang melansir pemberitaan AFP pada Selasa (28/5/2024).

Hingga saat ini, Rusia terus menggempur wilayah Ukraina.

Baca juga: Gelagat Rusia Tercium, Putin Siapkan Serangan Total ke Kharkiv

Terbaru, Rusia berhasil menguasai dua desa lagi sebagai bagian dari serangannya di Ukraina timur.

Serangan yang dilancarkan oleh Rusia tersebut salah satunya menghantam sebuah hypermarket di Kharkiv, kota terbesar kedua di negara itu hingga menewaskan 17 orang pada hari Sabtu.

Serangan baru di kawasan industri di kota itu juga menewaskan seorang wanita pada hari Senin, kata pihak berwenang.

Serangan terpisah Rusia terhadap desa Snigurivka di wilayah Mykolaiv, Ukraina selatan, menyebabkan tiga orang tewas, termasuk dua remaja, dan melukai enam lainnya.

Sementara itu, pihak Ukraina sebelumnya sudah meminta kepada AS untuk mengizinkan negara itu menggunakan senjata jarak jauh yang mereka pasok untuk mencapai sasaran di wilayah Rusia.

Washington dan sekutu lainnya enggan mengizinkan Kyiv melakukan serangan di perbatasan karena takut hal itu dapat menyeret mereka lebih dekat ke konflik langsung dengan Rusia yang memiliki senjata nuklir. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved