Dinkes Gunungkidul Kampanyekan Gerakan Cegah Anemia, Sasar Kelompok Remaja
Program tersebut bertujuan khususnya mengajak remaja putri Minum Tablet Tambah Darah (TTD).
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengampanyekan gerakan cegah anemia melalui puluhan kader kesehatan remaja, yang tergabung dalam Satuan Karya Pramuka (Saka) Bakti Husada se-Gunungkidul.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, mengatakan program tersebut bertujuan khususnya mengajak remaja putri Minum Tablet Tambah Darah (TTD).
Langkah ini juga sebagai upaya mencegah stunting demi mewujudkan generasi yang sehat dan produktif.
"Dengan Minum Tablet Tambah Darah setiap minggu, remaja putri akan terhindar dari anemia dan dapat turut berperan mencegah generasi stunting. Sebab Ibu yang tidak anemia, berisiko lebih rendah melahirkan bayi stunting," jelasnya, Minggu (26/5/2024).
Ia mengatakan, proporsi remaja putri yang memperoleh Tablet Tambah Darah, menurut Riset Kesehatan Dasar mencapai 76,2 persen.
Namun, hanya 1,4 perseb yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran.
"Padahal, konsumsi Tablet Tambah Darah ini sangat penting untuk mencegah anemia yang prevalensinya secara nasional masih mencapai 32 persen,"tuturnya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Belasan Warga Ngawu Gunungkidul Diduga Keracunan Massal, 1 Orang Meninggal Dunia
Dia menerangkan, anemia kronis dapat disebabkan oleh menstruasi setiap bulan yang dialami oleh wanita.
Oleh karenanya, dia mengimbau agar remaja putri rajin mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi.
"Karena zat besi menjadi salah satu faktor utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh. Jadi makanan apa saja yang mengandung zat besi yaitu bayam, daun ketela kacang-kacangan, jeroan,’’ujarnya.
Tak hanya itu, dia juga menjabarkan anemia juga dapat menyebabkan ibu melahirkan bayi stunting.
Bahkan, anemia juga menyebabkan penderitanya mudah mengantuk, otak tidak bisa berpikir dengan cepat, dan kurang konsentrasi.
"Dengan adanya program ini, diharapkan, selain pengetahuan mengenai anemia bertambah, para anggota Saka Bakti Husada dapat memberikan edukasi kepada teman sebaya dan turut serta menyebarluaskan informasi kesehatan baik secara langsung maupun melalui sosial media,"urainya. (*)
| Buntut Tawuran Pelajar di Mandala Krida, Disdikpora DIY Siapkan Sanksi Tegas dan Evaluasi Menyeluruh |
|
|---|
| Dua Pelajar Ditangkap dalam Tawuran di Sekitar Stadion Mandala Krida Yogyakarta |
|
|---|
| 79 Pelajar DIY Bersaing Ketat dalam Seleksi Paskibraka 2026, Integritas Jadi Penilaian Utama |
|
|---|
| Kesaksian Warga Terkait Kronologi Tawuran Pelajar di Samping Stadion Mandala Krida Yogyakarta |
|
|---|
| Breaking News: Tawuran Pelajar Terjadi di Samping Stadion Mandala Krida Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Para-pelajar-dan-remaja-di-Gunungkidul-diajak-aktif-perangi-anemia.jpg)