Dinkes Gunungkidul Kampanyekan Gerakan Cegah Anemia, Sasar Kelompok Remaja 

Program tersebut bertujuan khususnya mengajak remaja putri Minum Tablet Tambah Darah (TTD).

Tayang:
Dok. Humas Dinkes Gunungkidul
Para pelajar dan remaja di Gunungkidul diajak aktif perangi anemia, Jumat (24/5/2024) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengampanyekan gerakan cegah anemia melalui puluhan kader kesehatan remaja, yang tergabung dalam Satuan Karya Pramuka (Saka) Bakti Husada se-Gunungkidul.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, mengatakan program tersebut bertujuan khususnya mengajak remaja putri Minum Tablet Tambah Darah (TTD).

Langkah ini juga sebagai upaya mencegah stunting demi mewujudkan generasi yang sehat dan produktif. 

"Dengan Minum Tablet Tambah Darah setiap minggu, remaja putri akan terhindar dari anemia dan dapat turut berperan mencegah generasi stunting. Sebab Ibu yang tidak anemia, berisiko lebih rendah melahirkan bayi stunting," jelasnya, Minggu (26/5/2024).

Ia mengatakan, proporsi remaja putri yang memperoleh Tablet Tambah Darah, menurut Riset Kesehatan Dasar mencapai 76,2 persen.

Namun, hanya 1,4 perseb yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran. 

"Padahal, konsumsi Tablet Tambah Darah ini sangat penting untuk mencegah anemia yang prevalensinya secara nasional masih mencapai 32 persen,"tuturnya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Belasan Warga Ngawu Gunungkidul Diduga Keracunan Massal, 1 Orang Meninggal Dunia

Dia menerangkan, anemia kronis dapat disebabkan oleh menstruasi setiap bulan yang dialami oleh wanita.

Oleh karenanya, dia mengimbau agar remaja putri rajin mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi.

"Karena zat besi menjadi salah satu faktor utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh. Jadi makanan apa saja yang mengandung zat besi yaitu bayam, daun ketela kacang-kacangan, jeroan,’’ujarnya.

Tak hanya itu, dia juga menjabarkan anemia juga dapat menyebabkan ibu melahirkan bayi stunting. 

Bahkan, anemia juga menyebabkan penderitanya mudah mengantuk, otak tidak bisa berpikir dengan cepat, dan kurang konsentrasi.

"Dengan adanya program ini, diharapkan, selain pengetahuan mengenai anemia bertambah,  para anggota Saka Bakti Husada dapat memberikan edukasi kepada teman sebaya dan turut serta menyebarluaskan informasi kesehatan baik secara langsung maupun melalui sosial media,"urainya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved