Bangkitkan Gairah Kethoprak, Teater dan Dagelan Mataram Lewat Pentas Rebon
Kepala TBY, Purwiati, menandaskan, Pentas Rebon Tahun 2024 sejatinya merupakan event ke empat, di mana gelaran telah dimulai sejak 2021.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seni pertunjukan kethoprak, teater, hingga dagelan mataram sempat menjadi primadona panggung hiburan di Kota Yogyakarta.
Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi informasi yang semakin masif, antusiasme publik pada ketiganya perlahan terkikis.
Merespon fenomena itu, Taman Budaya Yogyakarta (TBY), berusaha membangkitkan kembali gairahnya lewat event rutin bertajuk Pentas Rebon.
Kepala TBY, Purwiati, menandaskan, Pentas Rebon Tahun 2024 sejatinya merupakan event ke empat, di mana gelaran telah dimulai sejak 2021.
"Tahun pertama diselenggarakan pada 2021 dengan sistem daring, karena masih dalam suasana pandemi Covid-19," tandasnya, Senin (20/5/24).
Dilaksanakan secara daring dan non penonton selama 2 tahun, pada 2021-2022), kemudian di 2023 Pentas Rebon sudah terbuka dan dapat disaksikan publik.
Baca juga: Sebanyak 72 Seniman Disabilitas Suarakan Hak Inklusi Sosial Lewat Pameran Seni Rupa di TBY
Untuk 2024, Pentas Rebon bakal digulirkan sebanyak lima kali setiap Rabu Wage, pada 22 Mei, 26 Juni, 4 September, 9 Oktober dan 13 November.
"Kami menampilkan seni kethoprak, teater dan dagelan mataram berbasis kabupaten dan kota di DI Yogyakarta," ucapnya.
Adapun pemilihan grup atau seniman yang terlibat adalah rekomendasi tim Penyusun Materi dari masing-masing pembidangan seni tersebut.
Sementara, pemilihan tema mengacu pada Hari Besar Nasional maupun isu-isu sosial yang sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat.
"Melalui event ini, kami berharap dapat menggali potensi dan meregenerasi seniman-seniman dari kota atau kabupaten di DIY," ujar Purwiati.
Bulan ini, Pentas Rebon akan digelar pada 22 Mei 2024 pukul 19.00 WIB, di Gedung Concert Hall TBY dan bisa diakses gratis untuk umum.
Dengan penampil teater dari Gunung Kidul berjudul Malang Katresnan, dagelan mataram dari Bantul dengan judul Seragam Anyar Gawe Onar dan Kethoprak dari Sleman berjudul Asmara Barathayuda.
"Pertunjukan Pentas Rebon juga dapat disaksikan secara daring, melalui channel Youtube Taman Budaya Yogyakarta," ungkapnya.
Tim Penyusun Materi Kethoprak, Sugiman, berujar, bahwa regenerasi seniman kethoprak sempat terputus pada kisaran tahun 2000an silam.
| Ratusan Agenda Seni Budaya dan Tradisi Bakal Tersaji di Yogyakarta Sepanjang 2026 Mendatang |
|
|---|
| Malioboro Culture Vibes Warnai Uji Coba Full Pedestrian, Ruas Jalan Disulap Jadi Panggung Budaya |
|
|---|
| Anggaran Terbatas, Pelestarian Seni- Budaya di Sleman Didorong Lewat Kemandirian |
|
|---|
| Magelang Kukuhkan KSBN, Bupati Grengseng: Tantangan Besar Kita Pastikan Anak Muda Cinta Tradisi |
|
|---|
| Rawat Budaya Gotong Royong Warga Melalui '1000 Pesona Lereng Merapi' di Hargobinangun Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/JP-Pentas-Rebon-di-TBY.jpg)