Musik Zone
Perjalanan Gilbert Pohan, Terus Berkarya dan Bertahan di Dunia Musik
Ketahanan mental dan emosional sangat penting untuk tetap teguh dalam menghadapi segala rintangan, termasuk dukungan dari keluarga dan teman-teman.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Mendedikasikan diri di dunia musik adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan tantangan, kreativitas, dan inspirasi.
Hal itu pula yang dialami oleh musisi asal Yogyakarta , Gilbert Pohan .
Karir musik profesionalnya dimulai saat ia mengikuti ajang pencarian bakat The Voice (2013).
Saat itu ia dimentori oleh almarhum Glenn Fredly.
Pasca The Voice, Glenn Fredly beserta manajemen membutuhkan solois pria dan langsung menawarkan kerja sama. Gilbert menerima tawaran tersebut dan rilislah debut album “Pesan Yang Tertunda” (2014).
Sepeninggal Glenn Fredly, dan kontrak sebagai talent di bawah manajemennya sudah selesai, ia pun tetap produktif mengeluarkan karya sebagai solois, berdiri di ranah indie.
Hingga pada tahun 2018, ia mendapat tawaran menjadi aktor untuk memerankan salah satu tokoh utama di sebuah series.
"Di project itulah pertama kali aku bertemu dengan teman-teman band Arah. Band ini tadinya hanyalah sebuah band fiktif di dalam cerita series tersebut. Namun tahun 2019 Arah secara resmi menyatakan sebagai real Band ikut meramaikan industri musik. Arah rilis EP berisi 5 track tahun itu. Namun pasca pandemi, Arah mulai vakum hingga tahun 2024 ini," paparnya.
Sudah banyak karya yang ia ciptakan. Selain album penuh ’Pesan Yang Tertunda’ dan EP dari Arah, ia juga memiliki belasan single lainnya.
Tahun lalu saja, ia sudah merilis 5 single seperti ‘Kau’, ‘Jubah Biru Nusantara dan ‘Dengarkan Aku’.
Setelah lalu-lalang di industri musik, kini ia fokus berkarya di Yogyakarta .
“Kembali pulang ke Yogyakarta dan kembali menjadi pekerja musik mingguan ya karena hantaman pandemi. Segala sesuatunya walau harus di ‘reboot’ namun tetap ‘show must go on’” ujarnya.
Terutama perihal finansial, sebagai full time musisi, maka salah satu jalan yang diambil adalah ngamen reguler di kafe-kafe atau restoran.
Meski demikian, ia tetap berupaya mengenalkan lagu-lagu ciptaanya di sela-sela setlist materi ngamennya.
Secara personal sebagai solois Gilbert tetap masih berharap untuk kembali rilis karya.
Pasalnya, menulis lagu sudah jadi bagian diri yang terus dilakukan.
“Tapi menimbang sudah lumayan beberapa karya di platform digital. Sepertinya aku lebih fokus untuk tata kelola karya-karya itu. Mengemasnya dalam konten yang menarik kah, menawarkannya pada singer berpotensi kah, dan semacamnya,” terangnya.
Dunia musik tidak selalu mulus.
| Langkah Pertama Fraidé dalam Musik Terwujud Lewat EP Reflection |
|
|---|
| Japa Mantra Rilis Maxi Single Sublimasi Gradasi, Tentang Dunia dan Sifat Buruk Manusia |
|
|---|
| Penyanyi Asal Singapura, Roziana Cindy, Rilis Single Perdana ‘Paling Sejati’ Karya Ade Govinda |
|
|---|
| Sheila On 7 Featuring Aishameglio, Kolaborasi Ayah dan Anak di Lagu ‘Memori Baik’ |
|
|---|
| Sheila on 7 Memilih ke Jepang untuk Finishing Single Terbaru ‘Memori Baik’ |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perjalanan-Gilbert-Pohan-Terus-Berkarya-dan-Bertahan-di-Dunia-Musik.jpg)