Berita Jogja Hari Ini
Harga Bawang Merah Capai Rp 45Ribu per Kilogram, Disperindag DIY Gelar Pasar Murah
Harga bawang merah di wilayah DIY masih mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir, mencapai Rp 45 ribu per kilogramnya.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga bawang merah di wilayah DIY masih mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir, mencapai Rp 45 ribu per kilogramnya.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY bergerak cepat dengan menggelar pasar murah berlokasi di Halaman Kantor Disperindag DIY, Jumat (17/5/2024), menyediakan bawang merah dan bahan pokok lainnya dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Menurut Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti, kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain musim panen bawang merah yang tertunda akibat cuaca ekstrem di beberapa daerah sentra penghasil bawang merah, termasuk banjir yang terjadi di Grobogan dan Brebes.
Baca juga: Sebanyak 18 Calon PPS Pilkada 2024 Kulon Progo Dinyatakan Gugur Karena Absen Tes Tertulis
Menurutnya, dua daerah ini termasuk pemasok bawang merah di wilayah DIY.
"Harga yang masih tinggi bawang merah, relatif tinggi. Kalau bawang putih masih tinggi cuma sudah turun (harganya). Harga bawang merah (di pasar murah) Rp 38 ribu, sementara di luar masih sekitar Rp 45-an ribu," terang Syam, Jumat (17/5).
"Jadi beberapa waktu lalu sentra (bawang merah) terjadi banjir, di Grobogan, Brebes, padahal bawang merah kita dari mereka plus beberapa pasokan dari luar daerah lainnya. Ini yang menyebabkan (kenaikan harga)," lanjutnya.
Ditambahkan Syam, kenaikan harga bawang merah juga terjadi lantaran bertepatan momen puasa dan Idul Fitri, saat ada peningkatan kebutuhan dari masyarakat.
Kendati demikian, Syam memastikan ketersediaan bawang merah di DIY untuk saat ini tetap aman.
"Nggak (langka) sih, karena konsumsi bawang merah per orang kan tidak banyak. Paling industri kuliner yang butuh banyak. Kalau untuk keluarga dalam sehari paling hanya beberapa butir, berbeda dengan beras," ujarnya.
Adapun selain bawang merah dan bawang putih, dalam pasar murah tersebut Disperindag DIY juga menyediakan sejumlah bahan pokok di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, telur dan tepung.
"Untuk gula pasir, Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasaran berkisar Rp 17.500, di pasar murah dijual Rp 15- 15.500. Minyak goreng dari Rp 14 ribu, di jual Rp 12.500," jelas Syam.
"Sementara untuk beras cukup bervariasi, tergantung jenisnya. Kemudian telur dijual Rp 27 ribu, bawang merah Rp 38 ribu per kilogram, bawang putih Rp 34 ribuan," ujarnya.
Syam menambahkan, Disperindag DIY juga mencatat adanya penurunan permintaan beras SPHP (Stabilisasi Harga Pangan Harga), seiring adanya kenaikan harga.
"Beras (harganya) juga menurun. Nah, kalau harganya tinggi masyarakat mencari beras SPHP, ya kan. Pada saat SPHP ada kenaikan, sekarang cari beras yang lain. Biasanya setiap ada pasar murah, beras SPHP selalu diserbu. Tapi kami amati di beberapa pasar murah, (beras) SPHP kurang diminati, mungkin karena ada kenaikan harga," pungkasnya. (HAN)
| Tanggapan Warga Soal Wacana Pembatasan Kendaraan Bermotor di Jeron Beteng Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Hadapi Puncak Musim Penghujan, BPBD Kota Yogyakarta Pantau Sungai 24 Jam |
|
|---|
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
| Operasi Zebra di Yogyakarta Mulai 17-30 November 2025, Pastikan Tidak Langgar 8 Hal Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pasar-murah-Kantor-Disperindag-DIY-Jumat-1752024.jpg)