Tips dan Cara

5 Cara Menghilangkan Gatal Setelah Mencukur Bulu Kemaluan

Area genital atau kemaluan memang sensitif terhadap hair removal. Tak heran, bila terkadang akan muncul rasa gatal hingga iritasi setelah bercukur.

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
IST
Ilustrasi mencukur bulu kemaluan 

TRIBUNJOGJA.COM - Mencukur bulu yang tumbuh di tubuh, termasuk bulu kemaluan banyak dilakukan sebagian orang.

Terlebih saat ini banyak ditemukan klinik perawatan atau salon kecantikan yang memberikan fasilitas tersebut.

Orang memiliki berbagai alasan untuk mencukur bulu kemaluan, dan setiap alasan dapat bervariasi berdasarkan preferensi personal dan budaya.

Beberapa alasan umum tersebut termasuk:

1. Kebersihan; Beberapa orang percaya bahwa mencukur bulu kemaluan dapat membuat daerah tersebut lebih mudah untuk dibersihkan dan mencegah penumpukan keringat dan bakteri.


2. Estetika; Beberapa orang mungkin menganggap bahwa bulu kemaluan yang dicukur membuat penampilan mereka lebih rapi atau menarik, baik untuk diri mereka sendiri atau pasangan mereka.


3. Kenyamanan; Beberapa orang merasa lebih nyaman tanpa bulu kemaluan karena mengurangi rasa gatal atau tidak nyaman yang terkait dengan bulu yang tumbuh panjang.


4. Kebutuhan medis;Kadang-kadang, dalam kasus tertentu seperti persiapan operasi, perawatan luka, atau kondisi kulit tertentu, dokter mungkin menyarankan untuk mencukur bulu kemaluan untuk keperluan medis.


5. Budaya dan tren; Di beberapa budaya atau komunitas, mencukur bulu kemaluan bisa menjadi tren atau norma sosial yang diikuti oleh banyak orang.


Baca juga: 6 Bahan Alami untuk Memutihkan Selangkangan dan Cara Penggunaannya

Tentu saja, alasan untuk mencukur bulu kemaluan bisa sangat individual, dan penting untuk melakukan apa pun yang membuat seseorang merasa nyaman dan percaya diri dengan tubuh mereka sendiri, selama itu dilakukan dengan aman dan mempertimbangkan kesehatan kulit.

Terkait hal tersebut laman Hello Sehat Kemenkes RI menyebutkan pencabutan bulu termasuk mencukur, waxing, kliping, tweezing, threading atau perawatan laser dapat memiliki konsekuensi kesehatan.

Mengutip Young Womens Health, disebutkah bahwa area genital atau kemaluan memang sangat sensitif terhadap hair removal.

Maka tak heran, bila terkadang akan muncul rasa gatal hingga iritasi setelah bercukur.

Ditambah lagi, rambut atau bulu kemaluan yang telah dicukur bisa tumbuh kembali setelah beberapa hari.

Beberapa cara menghilangkan gatal setelah bercukur.

1. Pakai timun

Buah timun memiliki sifat anti-inflamasi yang baik sebagai salah satu cara mengatasi rasa sakit dan gatal akibat cukur bulu kemaluan.

Timun juga mengandung vitamin C dan K yang bisa meredakan rasa gatal sehabis mencukur.

Berikut cara menggunakannya:

- Ambil timun segar, kemudian iris secara vertikal.
- Masukkan irisan timun ke dalam kulkas selama 30 menit.
- Gosokkan pada kulit yang gatal sekitar kemaluan.
- Ulangi sampai Anda meraskan gatal pada bagian intim mereda.

2. Cuka apel

Khasiat cuka apel sama halnya dengan khasiat timun, yaitu sama-sama mengandung zat anti-inflamasi.

Zat tersebut berguna baik untuk mengatasi rasa gatal dan iritasi akibat cukur bulu kemaluan.

Kandungan asam asetat cuka apel juga bisa mencegah risiko infeksi pada kulit.

Cara penggunaannya adalah sebagai berikut :

- Ambil kapas dan dioleskan sedikit ke cuka apel.
- Bilas pada bagian kulit kelamin yang terkena.  Hal ini memang akan menyebabkan sedikit rasa perih, tapi bisa jadi pilihan untuk mengobati gatal.
- Setelah itu, Anda bisa membilas dengan air dingin dan ulangi sebanyak tiga kali dalam sehari.

Namun, sebaiknya hentikan cara yang satu ini bila gejala gatal justru bertambah parah.

3. Kompres es dingin

Cara mengobati rasa gatal sehabis mencukur yang satu ini cukup mudah untuk dilakukan. Anda hanya memerlukan batu es, handuk, atau kain tipis.

Caranya :

- Bungkus dan ikat kain yang telah terisi oleh beberapa buah es batu.
- Letakkan kompresan es di kulit yang terasa panas atau gatal selama beberapa menit untuk meredakannya.

Baca juga: Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan, Salah Satunya Untuk Atasi Disfungsi Ereksi Pria

4. Menempelkan kantong teh celup

Sehabis membuat teh celup, kantongnya dapat disimpan karena bermanfaat membantu mengatasi rasa gatal akibat cukur bulu kemaluan.

Hal itu dikarenakan kantong teh celup mengandung asam tanat yang berfungsi sebagai zat anti-inflamasi (peradangan).

Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:

- Pertama-tama masukkan bekas kantong teh celup ke dalam kulkas dan diamkan selama beberapa menit.
- Tempelkan kantong bekas teh celup tersebut pada area kemaluan yang terasa gatal.
- Setelah itu, biarkan kantong teh celup itu menempel hingga Anda merasa kulit sudah lebih baik dan gatal berkurang.

5. Memakai celana dalam yang longgar

Pastikan Anda memakai celana dalam yang longgar bila area kemaluan Anda terasa gatal sehabis bercukur bulu.

Pasalnya, memakai celana dalam yang ketat justru malah dapat memperparah gatal karena terjadi adanya gesekan.

Terlebih lagi, bila Anda sedang berkeringat dan lembap maka bakteri akan dengan mudah masuk dan menyebabkan iritasi.

Oleh karena itu, sehabis mencukur bulu kemaluan, sebaiknya gunakan celana dalam yang longgar dulu sampai rasa gatalnya hilang dan sembuh.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved