Update Aktivitas Gunung Merapi, Selasa 7 Mei 2024: Ada 18 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Bebeng

Guguran lava tersebut mengarah ke Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.

unsplash.com
Gunung Merapi, Indonesia 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPPTKG Yogyakarta mengamati terjadi 18 kali guguran lava pada periode pengamatan Selasa (07/05/2024) pukul 00.00-06.00 WIB.

Guguran lava tersebut mengarah ke Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.

Selain ittu, BPPTKG Yogyakarta juga mencatat terjadi sejumlah kegempaan pada periode pengamatan yang sama.

Terjadi 20 kali guguran, dengan amplitudo : 3-26 mm, dan durasi : 67.3-162.5 detik. 

Hybrid/Fase Banyak terjadi 2 kali, amplitudo : 2-7 mm, S-P : 0.5-0.7 detik, dan durasi : 5.44-6.2 detik.

Vulkanik Dangkal terjadi 1 kali, dengan amplitudo : 57 mm, dan durasi : 9.8 detik. 

Menurut pengamatan meteorologi, cuaca berawan dan cerah. Angin bertiup tenang ke arah barat.

Suhu udara 14-18 °C, kelembaban udara 60-91.3 persen, dan tekanan udara 768.1-918.7 mmHg.

Sementara menurut pengamatan visual, gunung jelas.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 25 m di atas puncak kawah.

Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau Level III.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Untuk

itu, masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Selain itu, masyarakat diminta agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

BPPTKG akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved